Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Menjadikan Kampus sebagai Kawasan Bebas Rokok

MENJADIKAN KAMPUS SEBAGAI KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK
(TOBACCO-FREE CAMPUS)
DI FKM UNDIP Semarang

Oleh: Ir. Suyatno, MKes
(Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKM UNDIP)

PENDAHULUAN

Udara yang sehat dan bersih hak bagi setiap orang, sehingga segala kegiatan yang dapat menyebabkan pencemaran udara perlu dicegah, termasuk yang bersumber dari asap rokok.

Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat baik selaku perokok aktif maupun perokok pasif. Upaya perlindungan terhadap bahaya rokok bagi kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Berkaitan dengan upaya tersebut, segenap civitas akedemika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) telah bersepakat untuk mencegah dampak penggunaan rokok baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan seluruh civitas akedemika melalui pencanangan FKM UNDIP sebagai kawasan kampus bebas asap rokok (free-tobacco campus). Sebagai landasan hukum dikeluarkan pada tanggal 10 Oktober 2008 dikeluarkan Surat Keputusan Dekan FKM UNDIP tentang Penetapan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok.

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan penetapan kawasan kampus bebas asap rokok, adalah :

a. menurunkan angka kesakitan dengan cara merubah perilaku masyarakat kampus untuk hidup sehat;

b. meningkatkan produktivitas kerja dan pencapaian prestasi belajar yang optimal;

c. mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih bebas dari bahaya asap rokok;

d. menurunkan angka perokok dan mencegah perokok baru;

e. mewujudkan generasi muda yang sehat.

Sasaran kawasan bebas asap rokok adalah ruang kantor/ruang kerja, tempat proses belajar mengajar, dan lingkungan di FKM UNDIP Semarang.

KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK

Kawasan bebas asap rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk merokok atau menjadikannya tidak terpapar asap rokok. Lokasi di FKM UNDIP yang ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok meliputi:

1. Tempat Kerja, adalah ruang tertutup atau terbuka yang bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atau tempat yang sering dimasuki tenaga kerja, termasuk: ruang kantor, pelayanan mahasiswa, ruang rapat, ruang sidang atau seminar, dan sejenisnya

2. Tempat proses belajar mengajar, adalah tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar atau pendidikan termasuk perpustakaan, ruang praktik atau laboratorium, ruang kelas/diskusi in door dan out door dan sejenisnya.

3. Tempat di dalam lingkungan kampus, meliputi: taman, halaman, teras, kantin, mushola, tempat parkir dan tempat-tempat lain yang dinyatakan bebas asap rokok.

PENANGGUNG JAWAB

Penanggung jawab kawasan bebas asap rokok di FKM UNDIP adalah:

a. Di tingkat Fakultas adalah Pimpinan Fakultas yang terdiri dari Dekan dan Pembantu Dekan

b. Di tingkat Bagian adalah Ketua/Kepala Bagian

c. Di tingkat Sub Bagian/Unit adalah Ketua Sub Bagian/Unit

TUGAS PIMPINAN/PENANGGUNG JAWAB

Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat sebagaimana dimaksud memiliki tugas dan kewajiban:

a. memberi contoh dan teladan terkait dengan upaya menjadikan lingkungan kampus yang bebas dari asap rokok.

b. melakukan pembinaan dan pengawasan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas udara di dalam lingkungan kampus yang sehat dan bersih bebas dari asap rokok.

c. menegur dan/atau memperingatkan dan/atau mengambil tindakan kepada mahasiswa/tamu atau pengguna apabila terbukti merokok di tempat kerja, tempat proses belajar mengajar dan di tempat lain dalam lingkungan kampus FKM UNDIP Semarang yang termasuk sebagai kawasan bebas asap rokok.

d. mengambil tindakan atas laporan yang disampaikan oleh pengguna tempat dan/atau mahasiswa/tamu terkait dengan pelanggaran merokok di tempat yang termasuk sebagai kawasan bebas asap rokok.

e. menyediakan tempat khusus untuk merokok sebagai kawasan merokok.

TEMPAT KHUSUS/KAWASAN MEROKOK

Fakultas telah menyediakan tempat khusus/kawasan merokok adalah ruangan atau area yang disediakan untuk merokok. Penyediaan tempat khusus ini dimaksudkan untuk memberikan hak merokok bagi perokok dan berfungsi untuk melokalisir asap rokok agar tidak mengganggu lingkungan fakultas.

Fakultas menyediakan Tempat khusus atau Kawasan merokok, dengan memperhatikan persyaratan sebagai berikut:

a. tempatnya terpisah secara fisik atau tidak bercampur dengan kawasan yang dinyatakan bebas dari asap rokok atau dilarang merokok;

b. dapat dilengkapi asbak atau tempat pembuangan puntung rokok.

c. dapat dilengkapi dengan data dan informasi bahaya merokok bagi kesehatan.

KEGIATAN ADVOKASI BERHENTI MEROKOK

Fakultas telah menyediakan tempat yang difungsikan untuk kegiatan advokasi Berhenti Merokok sebagai upaya untuk membantu ketergantungan merokok bagi masyarakat kampus dan di luar kampus FKM UNDIP Semarang, serta sebagai sarana pendidikan serta promosi tentang bahaya asap rokok atau merokok.

Operasional kegiatan Advokasi Berhenti Merokok melibatkan peran konselor yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, serta bekerja sama dengan instansi terkait, antara lain: Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) , Rumah Sakit, LSM, dan lain-lain

PERAN SERTA MASYARAKAT KAMPUS

Masyarakat kampus FKM UNDIP adalah orang perorangan dan/atau kelompok orang yang bekerja, belajar, tinggal dan beraktivitas di dalam lingkungan kampus FKM UNDIP Semarang

Peran serta masyarakat kampus dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok/unit, antara lain dalam bentuk:

a. mengingatkan atau memberikan teguran dan/atau melaporkan kepada pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat apabila menjumpai pelanggaran terhadap larangan merokok di kawasan yang dinyatakan bebas asap rokok.

b. Ikut serta memberikan bimbingan dan penyuluhan serta penyebarluasan data dan/atau informasi dampak rokok bagi kesehatan.

KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pimpinan dan/atau penanggung jawab bagian/sub bagian/unit berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota/staf untuk menciptakan kampus FKM UNDIP Semarang sebagai kawasan bebas asap rokok. Organisasi kemahasiswaan dapat turut melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota dan mahasiswa untuk menciptakan kampus FKM UNDIP Semarang sebagai kawasan bebas asap rokok. Pembinaan sebagaimana dimaksud berupa : bimbingan dan/atau penyuluhan, pemberian penghargaan, teguran dan lain-lain. Untuk membantu pengawasan, Fakultas dapat membentuk satuan tugas khusus melalui penetapan SK Dekan yang terdiri dari dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa dibawah koordinasi Pembantu Dekan III Adapun hasil pengawasan tersebut, untuk selanjutnya dilaporkan secara tertulis kepada Pimpinan Fakultas dan apabila terdapat atau diduga terjadi pelanggaran ketentuan dapat dikenai sanksi sebagaimana diatur.

SANKSI

Sanksi dapat dikenakan kepada pimpinan bagian/unit yang melakukan pembiaran dan juga kepada setiap orang yang terbukti merokok di tempat yang dinyatakan sebagai kawasan bebas asap rokok.

a. Pimpinan dan/atau Ketua/Kepala Bagian atau unit apabila terbukti membiarkan orang merokok di kawasan dilarang merokok, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa :

1) peringatan tertulis dari Pimpinan Fakultas;

2) denda sebesar Rp 50.000,- atau kelipatannya sesuai dengan frekuensi pembiaran

b. Setiap orang yang terbukti merokok di kawasan dilarang merokok, dapat dikenakan sanksi berupa denda:

Sebesar Rp 50.000,- untuk pelanggar pertama dan kelipatannya sesuai dengan frekuensi pelanggaran

c. Pembantu Dekan II bertanggung jawab untuk penjatuhan sanksi bagi dosen dan tenaga administrasi dan Pembantu Dekan III bertanggung jawab bagi penjatuhan sanksi bagi mahasiswa.
Denda yang terkumpul akan dipergunakan untuk kegiatan promosi kesehatan dan peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakat kampus FKM UNDIP Semarang

Dengan demikian, penetapan kampus FKM UNDIP sebagai kawasan bebas asap rokok, merupakan bentuk dari penghargaan terhadap hak asasi segenap warga kampus. Bagi warga perokok, mereka masih memiliki hak untuk tetap merokok yaitu ditempat yang telah disediakan fakultas, dan bagi mereka yang bukan perokok memilik hak untuk menghirup udaya bersih yang bebas dari asap rokok. Apa yang dilakukan oleh FKM UNDIP diharapkan dapat menjadi embrio dan sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi lain, terutama institusi pendidikan, untuk ikut menjadi bagian bagi gerakan Tobacco Free Control di Indonesia menuju tercapainya kesehatan dan kesejahteraan bersama yang lebih baik.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar