Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Kunci Ingin Sukses: Lakukan segera.

Banyak orang termasuk saya, ingin mencapai kesuksesan, ingin memiliki pendidikan S1, S2 bahkan S3.  Ingin bisa naik haji, memiliki usaha, melakukan ini dan itu…  Semua angan-angan yang baik itu ternyata hanya akan menjadi angan-angan, kalau kita tidak segera memulainya, jika tidak segera melangkah, dan tidak segera mengawalinya.  Konon langkah yang pertama adalah menjadi langkah penentu. Kedengarannya sederhana, tetapi untuk memulai mengerjakan sesuatu ternyata bukan pekerjaan yang mudah.  Banyak faktor pemberat dan penghambat. Tidak salah jika ada salah satu ustad yang berulang-ulang berucap, jangan menunda hal-hal baik, kerjakan saat ini juga… sebelum kita berubah pikiran.

Temen-temen yang sekarang sudah menyandang gelar S3 sebenarnya banyak diantara mereka yang bermodal nekad, yang penting dijalani..kapan lulusnya urusan nanti… dan akhirnya gelar doktor pun bisa diraih , meski lulusnya lebih dari 5 tahun ..bahkan 10 tahun.  Tetapi mereka termasuk orang yang beruntung, berbeda dengan saya. Keinginan saya untuk studi lanjut ke S3 sudah ada sejak lama, tetapi ya itu selalu saja ada yang membuat saya tidak jadi berangkat. Ujung-ujungnya setelah saya pikir-pikir penyebabnya ternyata  cuma satu, saya tidak pernah berani memulainya, tidak pernah segera mendaftar.

Untuk urusan berani memulai,  istri saya lebih jago dibandingkan saya.  Salah satu contohnya adalah berkaitan dengan keinginan kami berdua untuk pergi haji beberapa waktu yang lalu.  Awal kejadian nya berlangsung sekitar tahun 2007,  ketika itu istri saya berkata “ayo pa.. kita ikutan buka tabungan haji, tidak mahal kok setoran pertamanya cuma 500 ribu “..  Mendengar itu saya tidak bisa menjawab segera, karena dalam pikiran saya ketika itu untuk setoran pertama sih bisa tetapi dengan sisa gaji yang ada, sepertinya mustahil untuk bisa mengisinya secara rutin.  Andaikan bisa, tentunya butuh waktu lama untuk bisa terkumpul dan cukup untuk mencapai 20 juta per orang agar bisa dapat nomor porsi haji (jumlah setoran mulai tahun 2010 naik jadi 25 jt).  Dalam pikiran saya,  nanti-nanti sajalah kalau sudah waktunya dan sudah banyak rejeki baru saya mendaftar.   Namun tanpa menunggu persetujuan saya, ternyata istri saya sudah langsung membuka tabungan haji.  Dia bilang, yang penting buka dulu, tentang berapa tahun lagi kesampaian naik hajinya adalah urusan Allah…   Hanya karena ingin menyenangkah hati istri, maka saya  kemudian ikutan membuka tabungan haji, itupun terjadi setelah lebih dari setahun kemudian.   Apa yang terjadi setelah itu ternyata di luar dugaan saya.  Dengan adanya tabungan haji tersebut seakan-akan ada motivasi untuk menambah dan mengisi tabungan agar lebih banyak.  Tiap kali saya dapat honor di luar gaji rutin (seperti jadi pembicara, penelitian, mengajar dan lain-lain) langsung saya masukkan ke tabungan… dan hasilnya di luar dugaan kami.  Hanya butuh dua tahun sejak saya membuka tabungan haji,  jumlah simpanan saya dan istri bisa mencapai  angka 40 juta dan syarat untuk bisa mengambil nomor porsi haji bagi kami berdua bisa terpenuhi.  Akhirnya 2 tahun kemudian, tepatnya tahun 2010, kami berdua benar-benar bisa berangkat ke tanah suci menunaikan perintah haji. ..  Saya berfikir, andaikan ketika itu istri saya tidak memaksa saya untuk memulai membuka tabungan haji, mungkin lain ceritanya,  bisa jadi saya tidak akan pernah bisa menyisihkan uang khusus untuk haji..

Hikmahnya adalah…. jika ingin meraih sesuatu yang baik, maka segera melangkah..segera memulai berproses… tentang bagaimana hasil akhirnya nanti .. insyaallah Allah akan menolong dan membimbing kita.

Ditulis:  Suyatno, Ir. MKes

Semarang, 31 Oktober

 

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar