Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Pelatihan Konselor dan Manajemen Klinik Berhenti Merokok di Unimus Semarang

Pelatihan Konselor & Manajemen Klinik Berhenti Merokok
pelatihan bebas merokok unimusSuatu upaya  untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, Unimus serius melakukan upaya-upaya mengurangi pengaruh rokok terhadap kesehatan melalui himbauan untuk berhenti merokok. Di samping pencanangan Kampus Bebas Rokok,  juga pada Hari Senin s.d. Rabu tanggal 20 s.d. 22 Februari 2012, melaksanakan kegiatan Pelatihan bagi Konselor dan Manajemen Klinik “Berhenti Merokok” yang dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Djamaluddin Darwis, M.A. Turut menyambut dalam acara ini adalah Bapak Iswoyo, SPt, MP. (Wakil Rektor III Universitas Semarang) selaku Ketua Rayon I Jawa Tengah Paguyuban Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan dan R Djoko Setyo Hartono Widagdo, S.E., S.H. M.Kn. (Wakil Rektor III Unimus). Selain itu hadir dalam acara pembukaan Pimpinan PT Bidang Kemahasiswaan Se Rayon I Jawa Tengah. 

Kegiatan dilaksanakan di ruang Pelatihan Gedung Rektorat UNIMUS Lantai II, Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang, diikti oleh Mahasiswa dan Dosen “Konselor Berhenti Merokok” dari UNIMUS dan STIKES Karya Husada.

Rektor Unimus dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebiasaan merokok sangat susah dihentikan karena merupakan kenikmatan oral yang dirasakan sejak manusia lahir “menyusu pada ibu”, sehingga diperlukan manajemen klinik secara khusus untuk bisa membantu berhenti dari kebiasaan menikmati merokok.

pelatihan berhenti merokokPak Djoko (sebutan Akrab Wakil Rektor III Unimus) menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama UNIMUS dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bersama dengan 11 berguruan tingi lainnya se Rayon I Jawa Tengah. Secara khusus tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan konselor di klinik berhenti merokok dan menyiapkan SDM yang profesional dalam manajemen klinik berhenti merokok agar dapat membantu masyarakat sehingga bisa berhenti merokok, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Adapun latar belakang dilaksanakan kegiatan ini adalah sesuai hasil sensus data Sosio-ekonomi Nasional menemukan adanya peningkatan prevalensi merokok pada penduduk berusia di atas 15 tahun dari 27% menjadi 34%, atau dari 53% menjadi 63% pada laki-laki dan 1,7% menjadi 4,5% pada perempuan di tahun 1995 ke 2004. Sekarang ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan konsumsi rokok terbanyak setelah China dan India. Walaupun belum mengaksesi traktat internasional tentang pengendalian tembakau, namun kegiatan di dalam negeri untuk penanggulangan masalah tembakau telah banyak dijalankan dalam 2-3 tahun terakhir, baik oleh pemerintah maupun lembaga masyarakat.

pelatihan berhenti merokok unimusPada tahun 2008, berdasarkan pengalaman banyak negara, WHO memformulasikan strategi pengendalian praktis yang disebut sebagai MPOWER. MPOWER merupakan singkatan daripada 6 upaya efektif untuk mengurangi konsumsi rokok, yaitu 1) Monitoring penggunaan dan cara mencegah/mengurangi konsumsi tembakau, 2) Perlindungan terhadap paparan asap rokok, 3) Optimalisasi dukungan bagi orang yang ingin berhenti merokok, 4) Waspadakan masyarakat terhadap bahaya tembakau, 5) Eliminasi iklan, promosi dan sponsorship tembakau, dan 6) Raih peningkatan pajak dan cukai rokok. Dalam rangka mengembangkan upaya pengendalian tembakau dan dalam Upaya efektif No. 3 tersebut UNIMUS merintis dukungan pelayanan untuk berhenti merokok dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan khususnya pada tenaga kesehatan klinik layanan berhenti merokok dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Instruktur pelatih adalah Dr. Bagoes Widjanarko, MPH, MA; Kusyogo Cahyo, SKM, M.Kes; Yuddy Dharmawan, SKM, M.Kes; Dr. Sri Winarni, M.Kes; dan Ir. Suyatno, M.Kes.

Materi pelatihan selama 3 (tiga) hari adalah sebagai berikut:

  1. Epidemiologi Tembakau
  2. Merokok dan Kesehatan
  3. Rokok dan remaja
  4. Dasar-dasar komunikasi
  5. Dasar-dasar konseling
  6. 5 A dan 5 R
  7. Core Mind Concept of empowerment
  8. Intervention skill (Simulasi)
  9. Pengembangan Layanan Berhenti Merokok (Tools and concept)
  10. Teknis pelaksanaan layanan berhenti merokok (Alur Pelayanan)
  11. Penatalaksanaan SDM layanan berhenti merokok (Treatment & Konseling)
  12. Pengalaman Klinik Konseling Berhenti Merokok (Fieldtrip)
  13. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (Skill Practice Activity)
  14. Presentasi perencanaan layanan berhenti merokok

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar