Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Archive for the ‘Aktivitas’ Category

Lulusan FKM Undip Harus Punya “Rapor” Ekskul

Sumber: klik disini
Rifa Nadia Nurfuadah
Rabu, 06 Maret 2013 09:49 wib
Ilustrasi: ist.

Ilustrasi: ist.
JAKARTA Soft skill merupakan keahlian penunjang yang harus dimiliki mahasiswa selain penguasaan ilmu secara akademik. Penguasaan soft skill nantinya akan membantu mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

Untuk mendongkrak soft skill mahasiswa, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) membuat kebijakan untuk menilai kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa. Nantinya, penilaian akan ditunjukkan melalui angka kredit mahasiswa.

Dekan FKM Undip Tinuk Istiarti menjelaskan, penerapan angka kredit mahasiswa ini bertujuan mendorong mahasiswa lebih aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Dia mengimbuh, setiap mahasiswa FKM Undip harus mengumpulkan minimal lima angka kredit per semester.

“Selain itu, seorang mahasiswa juga diwajibkan  untuk dapat mencapai jumlah angka kredit minimal 60 angka kredit sebelum menempuh ujian akhir kesarjanaan. Jika, jumlah kredit 60 belum terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan belum boleh mengikuti ujian akhir kesarjanaan,” ujar Tinuk seperti dikutip dari laman Undip, Rabu (6/3/2013).

Sebagai dukungan implementasi program angka kredit mahasiswa ini, bidang kemahasiswaan FKM Undip telah membentuk tim verifikator dan meluncurkan software online untuk menghitung kredit point kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa. Nantinya, mahasiswa akan mendapatkan transkrip kegiatan ekstrakurikuler yang akan diterimanya pada saat wisuda, bersamaan dengan transkrip nilai dan ijazah.

Nilai angka kredit mahasiswa akan diperoleh melalui keterlibatan mahasiswa pada berbagai kegiatan di tingkat fakultas, universitas, dan luar universitas. Angka kredit yang harus dikumpulkan ini terdiri dari beberapa komposisi yakni kegiatan bidang penalaran (20%), bidang minat bakat (20%), bidang sosial kemasyarakatan (20%), dan bidang kegiatan khusus (25%).

Diimbuhkan Pembantu Dekan III FKM Suyatno, yang termasuk kegiatan bidang penalaran adalah penulisan dan pembuatan poster karya ilmiah, serta keikutsertaan dalam lomba, presentasi, dan seminar karya ilmiah. Komponen ini juga termasuk pembuatan rancangan dan karya teknologi, karya seni serta pertunjukan seni; mengikuti pelatihan atau magang di bidang keilmuan maupun di luar kurikulum atau mata kuliah yang tidak sesuai dengan angka kredit.
Keterlibatan sebagai tenaga lapang atau interviwer pada penelitian dosen atau peneliti lain juga akan menambah angka kredit pada bidang penalaran.
Pada bidang minat dan bakat, angka kredit akan dikumpulkan dari keaktifan mahasiswa menduduki jabatan pada lembaga kemahasiswaan, baik tingkat universitas maupun tingkat fakultas tiap periode kepengurusan; menduduki jabatan organisasi di luar kampus, baik tingkat internasional, nasional maupun regional; mempunyai prestasi di bidang olahraga atau kesenian; dan mengikuti perlombaan atau kegiatan olahraga dan kesenian.

“Mahasiswa bisa juga mendapat angka kredit pada unsur minat dan bakat dengan mewakili perguruan tinggi atau fakultas dalam panitia antarlembaga tiap periode, mengikuti pertemuan organisasi atau lembaga tiap kegiatan, berperan serta aktif dalam kepanitiaan tiap kegiatan, serta mengikuti pelatihan bidang minat dan bakat tiap kegiatan,” imbuh Suyatno.

Unsur angka kredit sosial kemasyarakatan meliputi keaktifan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai peserta, berperan serta dalam memberikan pelatihan sesuai dengan bidang ilmu pada masyarakat per kegiatan, dan  berperan serta dalam memberikan pelatihan tidak sesuai dengan bidang ilmu pada masyarakat per kegiatan.

Kemudian, yang termasuk unsur kegiatan khusus adalah keikutsertaan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru universitas dan fakultas, berperan serta dalam kegiatan diskusi pengembangan diri, serta melaksanakan program kewirausahaan.

“Dampak positif dari diberlakukannya kebijakan ini adalah meningkatnya aktivitas dan prestasi mahasiswa FKM Undip. Salah satu di antaranya adalah jumlah proposal PKM yang didanai Dikti meningkat pesat. Tahun 2013 saja ada 16 judul PKM yang lolos didanai Dikti dari fakultas ini,” ujar Suyatno.(rfa)

Pengabdian Masyarakat Magister Gizi Masyarakat UNDIP

Pengabdian Masyarakat Magister Gizi Masyarakat UNDIP

Friday, 13 November 2009 11:55 MAGI
Pengabdian Masyarakat Magister Gizi Masyarakat UNDIP


Materi yang diberikan meliputi Posyandu dan KMS (Ir. Laksmi Widajanti, M.Si), Gizi Bayi (dr. Martha I. Kartasurya, MSc, PhD), Gizi Ibu Hamil & Menyusui (Dr. dr. SA. Nugraheni, M.KeS), Tumbuh Kembang Anak (dr. Siti Fatimah P, M.Kes), Pengukuran Antropometri (dr. Apoina Kartini, M.Kes DAN Edy Waliyo, S.Gz), Keamanan Pangan Makanan Tambahan (Dina Rahayuning P, STP, M.Gizi), dan Pantangan Makan di dalam Masyarakat (Ir. Suyatno, M.Kes dan Drs. Ronny Aruben, MA). Setelah pemberian materi, kembali dilakukan tes (post test) kepada peserta pelatihan, yang hasilnya diharapkan lebih baik dari pertama (pre test).

 

Acara berakhir pada pukul 13.30 WIB yang ditutup dengan doa dari panitia. Sebagai tindak lanjut dari acara ini, akan dilakukan pendampingan kepada kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu (pada Posyandu RW  V).

Diharapkan setelah diberi tambahan materi dan dilakukan pendampingan dalam kegiatannya, kader gizi Posyandu akan dapat lebih berperan aktif dan dapat membantu mendeteksi dan memecahkan permasalahan gizi yang ada di masyarakat, terutama kesehatan balita sebagai penerus bangsa.

Pelatihan Konselor dan Manajemen Klinik Berhenti Merokok di Unimus Semarang

Pelatihan Konselor & Manajemen Klinik Berhenti Merokok
pelatihan bebas merokok unimusSuatu upaya  untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, Unimus serius melakukan upaya-upaya mengurangi pengaruh rokok terhadap kesehatan melalui himbauan untuk berhenti merokok. Di samping pencanangan Kampus Bebas Rokok,  juga pada Hari Senin s.d. Rabu tanggal 20 s.d. 22 Februari 2012, melaksanakan kegiatan Pelatihan bagi Konselor dan Manajemen Klinik “Berhenti Merokok” yang dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Djamaluddin Darwis, M.A. Turut menyambut dalam acara ini adalah Bapak Iswoyo, SPt, MP. (Wakil Rektor III Universitas Semarang) selaku Ketua Rayon I Jawa Tengah Paguyuban Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan dan R Djoko Setyo Hartono Widagdo, S.E., S.H. M.Kn. (Wakil Rektor III Unimus). Selain itu hadir dalam acara pembukaan Pimpinan PT Bidang Kemahasiswaan Se Rayon I Jawa Tengah. 

Kegiatan dilaksanakan di ruang Pelatihan Gedung Rektorat UNIMUS Lantai II, Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang, diikti oleh Mahasiswa dan Dosen “Konselor Berhenti Merokok” dari UNIMUS dan STIKES Karya Husada.

Rektor Unimus dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebiasaan merokok sangat susah dihentikan karena merupakan kenikmatan oral yang dirasakan sejak manusia lahir “menyusu pada ibu”, sehingga diperlukan manajemen klinik secara khusus untuk bisa membantu berhenti dari kebiasaan menikmati merokok.

pelatihan berhenti merokokPak Djoko (sebutan Akrab Wakil Rektor III Unimus) menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama UNIMUS dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bersama dengan 11 berguruan tingi lainnya se Rayon I Jawa Tengah. Secara khusus tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan konselor di klinik berhenti merokok dan menyiapkan SDM yang profesional dalam manajemen klinik berhenti merokok agar dapat membantu masyarakat sehingga bisa berhenti merokok, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Adapun latar belakang dilaksanakan kegiatan ini adalah sesuai hasil sensus data Sosio-ekonomi Nasional menemukan adanya peningkatan prevalensi merokok pada penduduk berusia di atas 15 tahun dari 27% menjadi 34%, atau dari 53% menjadi 63% pada laki-laki dan 1,7% menjadi 4,5% pada perempuan di tahun 1995 ke 2004. Sekarang ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan konsumsi rokok terbanyak setelah China dan India. Walaupun belum mengaksesi traktat internasional tentang pengendalian tembakau, namun kegiatan di dalam negeri untuk penanggulangan masalah tembakau telah banyak dijalankan dalam 2-3 tahun terakhir, baik oleh pemerintah maupun lembaga masyarakat.

pelatihan berhenti merokok unimusPada tahun 2008, berdasarkan pengalaman banyak negara, WHO memformulasikan strategi pengendalian praktis yang disebut sebagai MPOWER. MPOWER merupakan singkatan daripada 6 upaya efektif untuk mengurangi konsumsi rokok, yaitu 1) Monitoring penggunaan dan cara mencegah/mengurangi konsumsi tembakau, 2) Perlindungan terhadap paparan asap rokok, 3) Optimalisasi dukungan bagi orang yang ingin berhenti merokok, 4) Waspadakan masyarakat terhadap bahaya tembakau, 5) Eliminasi iklan, promosi dan sponsorship tembakau, dan 6) Raih peningkatan pajak dan cukai rokok. Dalam rangka mengembangkan upaya pengendalian tembakau dan dalam Upaya efektif No. 3 tersebut UNIMUS merintis dukungan pelayanan untuk berhenti merokok dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan khususnya pada tenaga kesehatan klinik layanan berhenti merokok dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Instruktur pelatih adalah Dr. Bagoes Widjanarko, MPH, MA; Kusyogo Cahyo, SKM, M.Kes; Yuddy Dharmawan, SKM, M.Kes; Dr. Sri Winarni, M.Kes; dan Ir. Suyatno, M.Kes.

Materi pelatihan selama 3 (tiga) hari adalah sebagai berikut:

  1. Epidemiologi Tembakau
  2. Merokok dan Kesehatan
  3. Rokok dan remaja
  4. Dasar-dasar komunikasi
  5. Dasar-dasar konseling
  6. 5 A dan 5 R
  7. Core Mind Concept of empowerment
  8. Intervention skill (Simulasi)
  9. Pengembangan Layanan Berhenti Merokok (Tools and concept)
  10. Teknis pelaksanaan layanan berhenti merokok (Alur Pelayanan)
  11. Penatalaksanaan SDM layanan berhenti merokok (Treatment & Konseling)
  12. Pengalaman Klinik Konseling Berhenti Merokok (Fieldtrip)
  13. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (Skill Practice Activity)
  14. Presentasi perencanaan layanan berhenti merokok

 

ToT Klinik Berhenti Merokok di UTM

ToT Klinik Berhenti Merokok di UTM

dsc_0114
UTM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Pengelola Fasilitas Berhenti Merokok di Kampus Tahun 2012 (19-20 Maret 2012).  Pelatihan ini adalah tindak lanjut komitmen UTM dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat bebas asap rokok.  Saat ini mahasiswa, karyawan atau dosen yang masih merokok disarankan untuk menggunakan Ruang Merokok (smoking room).  Pelatihan dengan narasumber Ir. Suyatno, M.Kes (Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro) diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang nantinya menjadi Pengelola Klinik Berhenti Merokok Universitas Tidar Magelang.  Dalam pelatihan ini diajarkan mengenai dampak buruk rokok, konseling untuk mulai mengurangi merokok, cara untuk menghentikannya serta menjaga disiplin untuk tidak lagi merokok mengingat saat ini Indonesia tercatat sebagai konsumen rokok Nomor 5 terbesar di dunia.

Sumber: http://www.utm.ac.id/component/content/article/35-educational-news/184-tot-klinik-berhenti-merokok.html

Sosialisasi Kawasan Kampus Bebas Rokok STIKES Muhammadiyah Gombong

Jumat, 25 November 2011 09:53 Administrator

Gombong, 24 Oktober 2011

STIKes Muhammadiyah Gombong bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi kawasan kampus bebas rokok yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong.

 

Sosialisasi ini dibuka oleh Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan Bapak M.Madkhan Anis, S.Kep,Ns. Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk suatu usulan aturan pendukung tentang kawasan kampus bebas rokok di lingkungan STIKes Muhammadiyah Gombong. Hadir memberikan materi pada kegiatan tersebut Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Bapak Ir.Suyatno,M.Kes yang telah berhasil menerapkan kawasan kampus bebas rokok di FKM Undip.

Sosialisasi yang dibuka pada pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 16.00 menghasilkan usulan “STIKes Muhammadiyah Gombong harus menjadi kawasan bebas rokok” dari para peserta sosialisasi kepada Pimpinan STIKes Muhammadiyah Gombong dan pendeklarasian dukungan terhadap kawasan kampus bebas rokok dengan penyematan tanda tangan para peserta di baliho yang telah disediakan.

Sumber:  http://stikesmuhgombong.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=167:sosialisasi-kawasan-kampus-bebas-rokok&catid=1:latest-news

Pelatihan Fasilitasi Berhenti Merokok

March 24, 2012 by
Filed under Berita

Dalam hidup keseharian di sekitar kita, nampaknya rokok telah ‘menghegemoni’ lingkungan. Lihat saja di tempat-tempat umum; terminal bis, stasiun kereta api, bandara, dan jalan raya, iklan rokok menggurita di mana-mana. Belum lagi di media cetak dan elektronik. Ini mengaskan bahwa merokok adalah budaya hidup yang dengannya tidak akan terjadi apa-apa.  Berbeda dengan orang-orang yang anti-rokok, yang jangankan menghisap atau menghirupnya, melihatnya saja sudah jijik.

Kelompok yang kedua ini yang biasanya merasa terhegemoni oleh keberadaannya. Asap yang lewat dengan seenaknya, dihembuskan oleh perokok tanpa permisi lebih dulu, bau pakaian yang jadi berubah (jw: sangit) karena asap rokok, polusi udara yang ditimbulkan, belum kerugian fisik karena dipaksa ikut menghirup asapnya dan sebagainya.

Paparan itu yang banyak disampaikan dalam Pelatihan Pengelola Fasilitasi Berhenti Merokok di Kampus yang dihelat di lantai 3 Aula utama Kampus 2 STAIN Salatiga, Kembang Arum, Senin, 19/3, yang lalu. Acara menghadirkan praktisi fasilitasi berhenti merokok dari Fakultas Kesehatan Undip Semarang. Dalam paparannya disebutkan bahwa karena rokok itu sudah membudaya di Indonesia, maka perlu treatment yang ekstra untuk bisa menghentikannya. Karena tentu saja ada pihak yang akan merasa dirugikan dengan program ini, yang tak lain adalah pelaku bisnis rokok itu sendiri.

Tantangan untuk itu tidaklah ringan mengingat godaan materi yang banyak ditawarkan oleh perusahaan rokok. Dalam hal ini Undip sendiri bisa menjadi contoh, ketika di FKM dilarang untuk meminta sponsorship ke perusahaan rokok, namun di fakultas sebelah justru dibangun fasilitas mahasiswa yang sangat lengkap.  Demikian diungkapkan Suyatno, M.Kes, Pudek 2 FKM Undip Semarang. (sg)

FKM UNDIP Mengadvokasi 11 PTS Semarang Wujudkan Kampus Bebas Rokok

FKM UNDIP  Mengadvokasi 11 PTS Semarang Wujudkan Kampus Bebas Rokok

Rifa Nadia Nurfuadah
Senin, 06 Februari 2012 16:46 wib
7  36Email0
Image: corbis.com 

Image: corbis.com
JAKARTA – Sebelas perguruan tinggi di Semarang berkomitmen mewujudkan kampus bebas rokok. 

Komitmen ke-11 kampus ini pun difasilitasi oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) melalui berbagai kegiatan.

Dekan FKM Undip Tinuk Istiarti menjelaskan, sejak 2008 FKM Undip memang cukup berhasil dalam menciptakan kawasan tanpa rokok di kampus, serta advokasi berhenti merokok. Pada 2010-2011 lalu, FKM Undip bahkan membina 20 kampus swasta di Jawa Tengah dalam mewujudkan kawasan kampus tanpa tembakau.

“Kami akan membimbing pembentukan kawasan tanpa rokok, penerapan bilik merokok, serta konseling berhenti merokok di kampus,” ujar Tinuk seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada okezone, Senin (6/2/2012).

Kawasan kampus tanpa rokok meliputi ruang kuliah, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang unit kegiatan mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, ruang staf administrasi, mushola, dan kantin. Intinya, kawasan tanpa rokok mencakup semua tempat belajar dan ruang publik di kampus.

Kampus sebagai kawasan tanpa rokok juga berarti melarang promosi rokok dalam bentuk apa pun seperti iklan dan sponshorship di lingkungan kampus. Cara ini diharapkan akan mengurangi lahirnya para perokok baru.

Sedangkan klinik advokasi berhenti merokok adalah unit atau tempat untuk melatih konselor dan juga manajemen operasional klinik. Para konselor dapat berasal dari kalangan dosen maupun mahasiswa yang peduli dan berkomitmen terhadap program ini.

Pembantu Dekan III FKM Suyatno memaparkan, program kampus tanpa tembakau ini sebenarnya mengedepankan upaya menghormati hak asasi individual, baik mereka para perokok aktif maupun mereka yang tidak merokok.

“Perokok aktif dengan kebiasaan merokok yang tinggi silakan pergi ke bilik merokok di kampus. Dengan begitu, mereka yang tidak merokok dapat melanjutkan aktivitas di ruang publik yang bebas asap rokok,” kata Suyatno.

Ke-11 perguruan tinggi swasta yang difasilitasi FKM untuk mewujudkan kawasan tanpa rokok adalah Universitas Semarang (USM), Universitas Dian Nuswantoro, IKIP PGRI, Unisbank, STIE BPD, STIE Dharmaputra, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Muhammadyah Semarang, Akpelni, STIMART AMNI, dan Stikes Karya Husadha.(rfa)

Skip to toolbar