Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Archive for the ‘Religi’ Category

Kisah almarhum Gito Rollies menuju tobat

Bangun Sugito Tukiman, adalah salah satu nama dari sekian juta penduduk negeri ini yang terhipnotis oleh musik rock (barat). Figur The Rolling Stones, dengan lead vocal-nya Mick Jagger, menjadi idola remaja yang lahir di kota Biak dan besar di kota Bandung ini. Bahkan aksi nekatnya di tahun 1967, memmembuat kota Bandung gempar, ketika dirinya yang mendapat cap “Siswa Bengal” termasuk salah satu siswa yang lulus dari SMA-nya, melakukan aksi tanpa busana sambil naik sepeda motor mengelilingi kota kembang tersebut. Kesukacitaannya dilampiaskan dengan gaya ala rocker, maklum, daftar kenakalannya lebih panjang dari daftar absen murid, sehingga ia tak yakin jika namanya akan tertulis di papan pengumuman seperti teman-temannya yang lulus (tempointeraktif.com).
Selepas SMA, di kota yang sama, Bangun Sugito Tukiman (vokal) bersama rekan-rekannya, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bas) mendirikan band yang bernama The Rollies. Di era 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya sebagai grup band rock handal di tanah air. Belakangan, setelah sukses dengan beberapa hits yang sempat bertengger di belantika musik Indonesia, namanya pun berganti menjadi Gito Rollies. Waktu terus berjalan, anak tangga karir perlahan-lahan ditapaki satu demi satu. Sanjungan dan pujian, memmembuat dirinya telah merasa menjadi seorang Mick Jagger Indonesia, sosok yang dikagumi dan diidolakannya.
Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, pun mengantarkannya menjadi hedonis sejati.
“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.
Di masa ketenarannya, pada awal tahun 1980, ia menjalin hubungan intim dengan putri seorang aktor dan komedian besar, Uci Bing Slamet, dan darinya dikaruniai seorang anak lalu berpisah setelahnya. Bahkan setelah menikah dengan perempuan impor, wanita keturunan Belanda, Michelle Van der Rest, tahun 1983, ia masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh narkotika (AntaraNews).
Setelah bersolo karir, dia menelorkan sejumlah album solo, yakni Tuan Musik (1986), Permata Hitam/Sesuap Nasi (1987), Aku tetap Aku (1987), Air Api (1987) dan Tragedi Buah Apel (1987) dan Goyah (1987).
Sebagai aktor Gito memulai debutnya di dunia film lewat Buah Bibir (1973) sebagai figuran. Setelah benar-benar menjadi aktor ia bermain dalam Perempuan Tanpa Dosa (1978), Di Ujung Malam (1979) dan Sepasang Merpati (1979), dan Permainan Bulan Desember (1980), dan Kereta Api Terkahir (…). Namun kekuatan aktingnya terlihat pada Janji Joni yang mengantarkannya meraih piala Citra untuk kategori Aktor Pembatu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2005.
Awal Kesadaran
Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, Sang Rocker baru benar-benar berhenti mengkonsumsi drugs dan alkohol, setelah mengalami sebuah peristiwa yang memmembuatnya shock lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata. “Saya takut sekali,” ujarnya seperti diungkap kepada koran Tempo. Namun yang paling memmembuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan ghibah (membicarekan kejelekan orang lain).
Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah. Khabar tentang kekuasaanNya, telah diwartakan ke segenap penjuru bumi kepada seluruh manusia, hanya saja tidak banyak orang yang menyadarinya, “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyaat, 51 : 20-21).
Jika seseorang memperhatikan tanda-tanda itu, dan Allah SWT telah membukakan jalan masuk untuk memahami, tentu tidaklah sulit. Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kelalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Yunus, 10 : 23).
Bisa jadi peristiwa yang ia alami, karena Allah hendak mengabarkan hal itu kepadanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Di usia kepala empatnya, seorang Gito Rollies diingatkan Allah SWT melalui sebuah peristiwa spiritual yang memmembuatnya bergidik ketakukan. Nyalinya ciut, gemetar badannya, kekuatan musik cadas tak mampu menyangga hatinya yang terkoyak kala tanda-tandaNya telah diterima saat dirinya fly. Kesadaran bathinnya bergolak untuk bangkit dari masa-masa kelam yang telah mengotori jiwanya.
Sang Rocker kini dalam kesadaran awal setelah puluhan tahun terlelap bersama kesuksesan, polularibeg, dan kenikmatan duniawi. “Saya harus hijrah, bukan ini tujuan saya dilahirkan ke muka bumi, tetapi ada tugas lain yang harus saya lakukan sebagai bekal pertemuan dengan Sang Pemilik jiwa ini,” ujar hati itu berkata lirih.
Hatinya telah terbuahi cintaNya yang tulus dan suci sehingga sang hati sejati berkata, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf, 12 : 53).
Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya.
Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah.
Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.
Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.
Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang banyak menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.
Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!” Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.
Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat.
Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba. Mungkin di sana ada kebahagiaan. Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.
“Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh kekaguman. Dan entah kenapa, aku seperti mendapatkan ketenangan melihat orang-orang ruku, sujud dalam kekhusuan,”
“Bukankah apa yang kulakukan selama ini untuk mendapatkan ketenangan, tapi kenapa tidak? Ya, aku telah bergelut dengan kesalahan dan tetek bengeknya yang semuanya adalah dosa. Benarkah Allah tidak akan mengampuni dosaku? Lanbeg membuat apa aku hidup jika jelas-jelas bergelimang dalam ketidakbahagiaan.” Pikiran itu terus bergelayut seakan haus jawaban.
“Malam itu aku benar-benar tidak dapat memejamkan mata. Aku gelisah sekali. Ya, ternyata aku yang selama ini urekan, permisive ternyata masih takut dengan dosa dan neraka. Berhari-hari aku mengalami kegelisahan yang luar biasa. Hingga suatu malam, di saat kegelisahanku mencapai “puncaknya”, aku memutuskan untuk memulai hidup baru.
“Selama hidupku, baru kali ini aku diliputi suatu perasaan yang belum pernah aku rasakan semenjak mulai memasuki dunia selebritis. Maka, aku pun segera berwudlu dan melakukan shalat. Ketika itu, untuk pertama kalinya pula aku merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Dan sejak hari itu, aku memutuskan untuk tekun memperdalam agama sekalipun masih banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan kepadaku atau pun beragam ejekan dari sebagian orang. Aku pun melaksanakan haji seraya berdiri dan menangis di hadapan ka’bah memohon kepada Allah kiranya mengampuni dosa-dosa yang telah aku lakukan pada hari-hari hitamku.”
Ketika mentari terbit, Gito langsung mengajak istrinya untuk pergi ke Bandung, menjenguk sang ibunda. Di sana, ia mengutarekan niatnya untuk tobat yang disambut tangis haru sang ibu. Sejak saat itu, Gito resmi meninggalkan dunia kelam.
Satu yang disyukuri Gito adalah, dukungan dan kesabaran sang istri, Michelle, yang tak pantang habis.
“Saat aku sudah belajar agama, aku tidak berupaya menyuruhnya shalat. Ia tiba-tiba belajar shalat sendiri, begitu juga anak-anak. Suatu hari, ketika aku pulang, tiba-tiba aku mendapatinya tengah mematut diri di depan kaca sambil mengenakan jilbab. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. Subhanallah, istriku memang yang terbaik yang pernah diberikan Allah,” kata ayah dari empat putra ini.
Tobatnya Gito juga disyukuri oleh sang mertua, warga negara Belanda yang berimigrasi ke Kanada. Meski berbeda keyakinan, ibu mertuanya justru senang dengan perubahan yang dialami Gito.
“Kata beliau, aku jadi lebih kalem ketimbang dulu, meski sekarang pakai jenggot segala. Bahkan aku jadi menantu favoritnya lho,” tuturnya sambil terkekeh.
“Mengapa Allah memberikan hidayah kepada diriku yang kerdil ini? Mengapa Allah menciptakan makhluk yang penuh dosa ini?”
Gito mengaku harus merenung lama untuk menemukan jawaban itu. Setelah dia menjalankan shalat dan menunaikan haji, jawaban itu baru mampir di benak dan pikirannya. “Ternyata, Allah menciptakanku untuk menjadi manusia baik. Semula mengikuti idolaku, Mick Jagger. Aku menjadi penyanyi dan rekaman lalu mendapat honor. Tapi itu bukan kebahagiaan sepenuhnya membuatku.”
“Mick Jagger itu dulu menjadi idolaku. Ikut mabok, main cewek, dan seabrek dunia kelam lain. Tapi sekarang aku mengidolakan Nabi. Dan sekarang, aku menemukan nikmat yang tiada tara.”
Kalimat itu meluncur dengan lugas dari Gito Rollies, artis ndugal yang kini memilih ke pintu pertobatan. Penampilan Gito tak lagi urekan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel. Bukan pula pelantun lagu-lagu cadas yang berjingkrak-jingkrak tidak keruan.
“Aku sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini. Sekarang saatnya mengumpulkan amal untuk persiapan menghadapi hari akhir ,” katanya ketika memberi testimoni tentang perubahan dalam hidupnya.
Setelah mengalami pengalaman rohani, dirinya mulai banyak bergaul dengan kalangan ulama, mengaji, serta mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara mendalam. Perlahan-lahan Allah SWT tanamkan pemahaman arti hidup sebenarnya. Sang Gito Rollies merasa telah menemukan hujjah yang mendasari hidupnya. “Dulu saya suka Mick Jagger, saya bahagia kalau populer. Ibaratnya, dulu tuhan saya adalah popularibeg. Nabi saya adalah para idola saya, dan rocker-rocker luar negeri, sekarang saya begitu mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajaran-Nya,” ujarnya.
ALLAH MAHA BESAR, demikian kira-kira satu ungkapan yang cocok dialamatkan kepada legenda musik rock Indonesia tersebut. Ketika Gito memutuskan berputar haluan 180 derajat dari dunia rocker yang hingar bingar menuju kehidupan Islami yang sarat dengan dakwah, banyak sahabat yang kaget, seolah tak percaya. Apalagi bagi sahabat yang sangat mengenal Gito, rasa-rasanya “mustahil” ia berubah seperti itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Gito ketika itu adalah “aneh bin ajaib”. Apalagi jika membandingkan gaya hidup dan penampilan Gito dulu yang “compang-camping” ala rocker, berubah menjadi seorang yang sangat Islami. Bahkan pakaian sehari-harinya pun bukan celana jins robek lagi, melainkan pakaian gamis lengkap dengan peci, layaknya umat Islam.
Dakwah dan Tabligh
Tidak ada yang tidak mungkin selain mengecat langit! Demikian kira-kira perumpamaan yang sedikit nyeleneh untuk mengungkapkan fenomena hijrahnya Gito Rollies ke dunia dakwah. Sejak 1997 ia mulai menapaki “karir” dalam dunia karkun Jamaah Tabligh (pekerja dakwah yang rela mengorbankan harta dan kehidupan dunia semata-mata untuk berdakwah di jalan Allah). Selama rentang waktu 1997-Februari 2008 ini, Gito telah malang melintang keliling Indonesia untuk menyebarkan dakwah kepada umat Islam. Berpindah dari mesjid satu ke mesjid lainnya.
”Awalnya, saya hanya melihat orang-orang yang pergi ke masjid dan belum menunaikan shalat, meskipun saya beragama Islam. Selanjutnya saya beranikan diri masuk ke rumah Allah itu. Wah, kali pertama rasanya malu sekali dan menakutkan tempat itu. Lama-lama Allah berkenan memberikan hidayah kepada saya,” ungkap Gito semasa hidup. Hal itu ia ungkapkan seraya mengenang awal mula kembali ke jalan Allah. (dikutip dari suaramerdeka.com. Berita Edisi 17 April 2004. Diakses Sabtu, 01 Maret 2008)
Khuruj fi Sabilillah (pergi ke luar rumah/kampung halaman) semata-mata untuk senantiasa memperbaiki iman dan ketakwaan bagi dirinya sendiri dan seluruh umat, diputuskan Gito sebagai jalan hidup. Seorang artis ibukota dalam salah satu siaran televisi Nasional mengungkapkan suatu pernyatan Gito yang mengharukan sekaligus membahagiakan, “Gito dulu pernah berkata kepada saya, bahwa ia ingin mati di panggung sebagai seorang rocker. Tapi suatu saat ia justru berubah pikiran. Gito bilang ia ingin mati di panggung, tapi bukan sebagai rocker melainkan saat berdakwah,” ungkapnya dengan nada haru dan berlinang air mata, seraya menjelaskan bahwa keinginan Gito tersebut dikabulkan Allah lewat jalan lain, yaitu Gito meninggal sesampainya di Jakarta setelah beberapa hari melaksanakan dakwah khuruj fi sabilillah di Padang, Sumatera Barat.
Demikian pula Da’i kondang Arifin Ilham, kepada wartawan, sembari tak kuasa menahan air mata, ia mengungkapkan bahwa Gito Rollies adalah teladan bagi umat. Ia juga mengungkapkan semasa hidup Gito telah berjuang di jalan Allah dengan membawa misi dakwah, meskipun penyakit yang diderita Gito cukup berat.
Luar biasa memang sosok Gito, penyakit nan ganas, kanker kelenjar getah bening yang telah ia derita sejak beberapa tahun lalu (ia bahkan pernah dirawat di Singapura), tidak menyurutkan semangat dakwahnya. Bahkan, dengan berkursi roda, ia tetap semangat mengumbar dakwah dari mesjid ke mesjid.
Berdakwah Di Kalangan Artis
Toh, meski sudah berada di jalan Allah, Gito tak pernah merasa dirinya yang paling benar. Ia selalu menolak jika disebut kyai, atau diminta untuk berceramah. Menurutnya, ia hanyalah orang yang masih terus belajar agama. Apapun yang diucapkannya di depan umum adalah upayanya berbagi cerita.
Bahkan, Gito masih merasa belum cukup bertobat hingga akhir hayatnya. Tak pernah sekalipun ia merasa dosa-dosanya telah terhapuskan. Dalam suatu pengajian ia sempat bertanya kepada ustadz yang berceramah, apakah dosa-dosanya di masa lalu bisa berkurang dengan permembuatannya saat ini.
Ia pun berdakwah di kalangan artis, baik penyanyi maupun bintang film. Allah seolah telah mengirim seorang utusan dari kalangan mereka sendiri, komunibeg yang sangat rentan terhadap segala bentuk kemaksiatan, seperti minuman keras, narkoba, bahkan seks bebas. Profesinya sebagai artis didayagunakan untuk syi’ar agama Allah, mengajak mereka dengan cinta kasih, tidak pernah memaksa, bahkan tidak merasa dirinya paling baik dan paling benar. Baginya, teladan lebih utama dari sekedar retorika religi belaka.
Penbeg musik dengan beberapa kelompok band muda terus dijalani. Bedanya, penbeg kali ini tanpa alkohol dan drugs serta menyelipkan syi’ar Islam di setiap penampilannya. Juga di balik layar lebar, film-film bertema religius sanggup dilakoni dengan satu semangat, yaitu menggemakan ajaranNya yang dibawa oleh Baginda Rasulullah. “Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata) : Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain dariNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya).” (QS. Al-Mu’minuun, 23 : 32).
Beberapa tahun belakangan, orang mulai memanggilnya Ustadz Gito, meski ia menolak panggilan itu. Banyak kalangan artis yang tersadarkan setelah menyimak penuturan pengalaman hidupnya. Teladan dan ucapannya yang lemah lembut memmembuat semakin banyak orang yang simpatik dengan isi dakwah, syi’ar yang diangkat dari pengalaman pribadinya. Ia pun sempat mendaur ulang album lawasnya, Cinta yang Tulus, bukan lagi tema cinta antara sepasang manusia tetapi antara makhluk dan Khalik.
Kini Kang Gito telah berubah, masa lalu memang tidak mungkin terhapus dari diary-nya, dan akan menjadi catatan sejarah panjang. Tetapi itulah kehidupan, segalanya belum titik, tapi masih koma. Dan baru mencapai titik bila ajal menjemput. Jalan hidupnya mengingatkan kita pada sosok Cat Stevens yang pernah tersandung sebuah kejadian luar biasa, lanbeg banting setir ke arah tidak terduga setelah selamat dari gulungan ombak besar di pantai Hawaii. Cat Stevens meninggalkan agama lamanya dan dunia yang memungkinkan segalanya kecuali spiritualibeg. Ia pun berganti agama dan namanya dengan jati diri yang baru, yaitu Yusuf Islam. Gito Rollies tidak perlu ganti nama, namun dirinya bermetamorforsis menjadi hambaNya yang memahami tujuan hidupnya serta berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain walaupun harus berceramah di abeg kursi roda dan melawan penyakit kanker getah benih yang menderanya sejak 2005.
Wafat Dengan Tersenyum
Perjalanannya terhenti pada pukul 18.45 WIB, Kamis (28/02), setelah Sang Rocker menghembuskan nafasnya yang terakhir. “Beliau meninggal setelah melakukan shalat Maghrib dan melakukan do’a terakhir,” ujar rekan artis yang turut melayatnya. Dua belas tahun lebih di sisa usianya dihabiskan untuk melayani dan mengajak orang lain melakukan kebaikan. Sakitnya tidak begitu dirasakan, bahkan pada akhirnya beliau nikmati sebagai peluntur sisa-sisa kekotoran dirinya dan menjadi musabab kematiannya.
Ia tersenyum saat Sang Malaikat maut mengepakkan sayapnya dan hadir di hadapannya untuk mencabut nyawa sang Rocker. Ikhlas menerima takdirNya, melepaskan segala bentuk atribut keduniawian. Kekelaman hidup terbayar tunai dengan amal permembuatan, dan senyum itu semakin menyeringai di wajahnya kala sang Malaikat perlahan-lahan mengambil ruh milikNya. Sehingga beliau masih mempunyai waktu untuk melafalkan lafadz tauhid. Dan sang Rocker pun meninggalkan dunia fana ini dengan rasa puas dan merasa tenang. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS. Al-Fajr, 89 : 27-30).
Insya Allah, beliau meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Mudah-mudahan peristiwa ini memotivasi kita semua untuk bisa bermembuat sebaik-baiknya, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kita di sisa umur yang tidak lama lagi. Tiada pernah terucap kata putus asa, karena Dia pasti akan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa hamba-hambaNya, karena Kasih SayangNya bak Samudera Tak Bertepi. Semoga kita termasuk orang-orang yang berakhir hidup dengan jiwa yang muthmainnah, sebagaimana mereka yang terpilih.
Gito menigggalkan seorang isteri bernama Michelle dan lima anak, yakni Galih Permadi, Bintang Ramadhan, Bayu Wirokarma, dan Puja Antar Bangsa.
Sebaik-baik usia tiap orang adalah pada penghujungnya. Dan ketahuilah, bagi kita, ujung-ujung usia akan selamanya menjadi misteri, karena seringkali di sanalah Allah memberikan kesudahan yang indah dari perjalanan taubat hamba-Nya.
Sumber: http://karqun.blogspot.com/2009/03/kisah-alm-gito-rolies-menuju-taubat.html

Ayo Baca Al-Qur’an

Al Qur,an adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena itu setiap orang yang mempercayai Al Qur’an akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajari dan memahaminya serta pula untuk mengamalkan dan mengajarkannya sampai rahmatnya merata untuk dirasakan oleh alam semesta.

Adapun pahala membaca Al Qur’an, Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa tiap-tiap orang yang membaca Al Qur’an dalam sholat akan mendapat pahala 50 kebajikan untuk tiap-tiap huruf yang diucapkannya membaca Al Qur’an diluar sholat dengan berwudhu’,pahalanya 25 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya dan membaca Al Qur’an diluar sholat dengan tidak berwudhu’, pahalanya 10 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasululloh menyatakan tentang kelebihan martabat dan keutamaan orang membaca Al Qur’an, “Perumpamaan orang mu’min membaca Al Qur’an adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat, Orang mu’min yang tak suka membaca Al Qur’an adalah seperti buah korma baunya tidak begitu harum tapi manis rasanya, orang munafiq yang membaca Al Qur’an ibarat sekuntum bunga berbau harum tetapi pahit rasanya, dan orang munafiq yang tidak suka membaca Al Qur’an tak ubahnya seperti buah hanzallah tidak berbau dan pahit rasanya”

Rasulullah juga menerangkan bagaimana besarnya rahmat Allah terhadap orang-orang yang membaca Al Qur’an di rumah-rumah ibadah (mesjid, surau,mushalla,dll). Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadits yang masyhur lagi shahih yang artinya sebagai berikut: “Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah ibadat,membaca Al Qur’an secara bergiliran dan mengajarkannya kepada sesamanya akan turunlah ketenangan dan ketentraman,akan terlimpah rahmat kepadanya dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan mengingat mereka” (diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah)

Membaca Al Qur’an baik mengetahui artinya ataupun tidak,adalah termasuk ibadah,amal shaleh dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya ;memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya hingga terang benderang,juga memberi cahaya kepada keluarga rumah tangga tempat Al Qur’an itu dibaca.
Didalam sebuah hadits yang ddiriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas ra, Rasulullah bersabda, “Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan sholat dan membaca Al Qur’an!”.Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Daru Quthni dari Anas ra, Rasulullah memerintahkan, “Perbanyaklah membaca Al Qur’an di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tidak ada orang membaca Al Qur’an akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.”

Jangankan membacanya, mendengarkan lantunan ayat Quran aslinya itu saja sudah memberikan pahala. Bahkan saat mendengarkan, kita wajib memperhatikan, tidak boleh berisik atau ngobrol sendir. Dalam surat Al A’raaf (QS 7) ayat 204 yang artinya, “Dan apabila dibacakan Al Qur’an maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Paham atau tidak paham, Al-Quran itu bacaan mukjizat. Apalagi kalau dibaca dan paham, maka tentunya keutamaannya akan berkali lipat.

Terjemahan al-quran 30 juz

 

Download Murottal Syaikh Ali Al Hudzaifi (Imam Masjid Nabawi) MP3

Bagi temen-temen yang ingin mendapatkan Murottal Syaikh Ali Al-Hudzaifi (Imam Masjid Nabawi) dapat mendownload file pada link berikut:

Surah 001 – Al-Faatihah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 002 – Al-Baqarah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 003 – Ali `Imraan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 004 – An-Nisaa’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 005 – Al-Maa-idah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 006 – Al-An`aam (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 007 – Al-A`raaf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 008 – Al-Anfaal (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 009 – At-Taubah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 010 – Yuunus (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 011 – Huud (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 012 – Yuusuf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 013 – Ar-Ra`d (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 014 – Ibraahiim (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 015 – Al-Hijr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 016 – An-Nahl (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 017 – Al-Israa’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 018 – Al-Kahf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 019 – Maryam (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 020 – Thaa-haa (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 021 – Al- Anbiyaa’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 022 – Al-Hajj (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 023 – Al-Mu’minuun (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 024 – An-Nuur (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 025 – Al-Furqaan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 026 – Asy-Syu`araa’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 027 – An-Naml (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 028 – Al-Qashash (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 029 – Al-‘Ankabuut (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 030 – Ar-Ruum (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 031 – Luqmaan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 032 – As-Sajdah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 033 – Al-Ahzaab (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 034 – Saba’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 035 – Faathir (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 036 – Yaasiin (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 037 – Ash-Shaaffaat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 038 – Shaad (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 039 – Az-Zumar (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 040 – Ghaafir (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 041 – Fushshilat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 042 – Asy-Syuuraa (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 043 – Az-Zukhruf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 044 – Ad-Dukhaan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 045 – Al-Jaatsiyah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 046 – Al-Ahqaaf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 047 – Muhammad (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 048 – Al-Fath (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 049 – Al-Hujuraat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 050 – Qaaf (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 051 – Adz-Dzaariyaat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 052 – Ath-Thuur (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 053 – An-Najm (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 054 – Al-Qamar (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 055 – Ar-Rahmaan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 056 – Al-Waaqi`ah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 057 – Al-Hadiid (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 058 – Al-Mujaadilah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 059 – Al-Hasyr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 060 – Al-Mumtahanah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 061 – Ash-Shaff (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 062 – Al-Jumu`ah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 063 – Al-Munaafiquun (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 064 – At-Taghaabuun (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 065 – Ath-Thalaaq (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 066 – At-Tahriim (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 067 – Al-Mulk (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 068 – Al-Qalam (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 069 – Al-Haaqqah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 070 – Al-Ma`aarij (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 071 – Nuuh (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 072 – Al-Jin (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 073 – Al-Muzzammil (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 074 – Al-Muddatstsir (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 075 – Al-Qiyaamah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 076 – Al-Insaan (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 077 – Al-Mursalaat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 078 – An-Nabaa’ (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 079 – An-Naazi`aat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 080 – ‘Abasa (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 081 – At-Takwiir (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 082 – Al-Infithaar (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 083 – Al-Muthaffifiin (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 084 – Al-Insyiqaaq (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 085 – Al-Buruuj (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 086 – Ath-Thaariq (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 087 – Al-A`laa (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 088 – Al-Ghaasyiyah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 089 – Al-Fajr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 090 – Al-Balad (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 091 – Asy-Syams (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 092 – Al-Lail (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 093 – Adh-Dhuhaa (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 094 – Asy-Syarh (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 095 – At-Tiin (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 096 – Al-`Alaq (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 097 – Al-Qadr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 098 – Al-Bayyinah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 099 – Az-Zalzalah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 100 – Al-`Aadiyaat (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 101 – Al-Qaari`ah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 102 – At-Takaatsur (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 103 – Al-`Ashr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 104 – Al-Humazah (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 105 – Al-Fiil (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 106 – Quraisy (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 107 – Al-Maa`uun (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 108 – Al-Kautsar (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 109 – Al-Kaafiruun (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 110 – An-Nashr (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 111 – Al-Masad (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 112 – Al-Ikhlaash (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 113 – Al-Falaq (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3
Surah 114 – An-Naas (Syaikh Ali Al Hudzaifi – Imam Masjid Nabawi).mp3

 

Lihat juga:

1.  download-murottal-al-quran-syaikh-misyari-rasyid-al-‘afasy-mp3

2. download-murotal-al-quran-abdurrahman-sudais-mp3

 

Murottal Syaikh Ali Al Hudzaifi (Imam Masjid Nabawi) juga dapat di-download di:   http://www.4shared.com/dir/mRF2vRRZ/_online.html#dir=120321698

 

 

 

Download Murottal Al-Quran Syaikh Misyari Rasyid al-‘Afasy MP3

Bagi temen-temen yang ingin mendownload Murottal Syaikh Misyari Rasyid al-‘Afasy silahkan klik link berikut ini:

001. الفاتحة (download di sini)

002. البقرة (download di sini)

003. آل عمران (download di sini)

004. النساء (download di sini)

005. المائدة (download di sini)

006. الأنعام (download di sini)

007. الأعراف (download di sini)

008. الأنفال (download di sini)

009. التوبة (download di sini)

010. يونس (download di sini)

011. هود (download di sini)

012. يوسف (download di sini)

013. الرعد (download di sini)

014. إبراهيم (download di sini)

015. الحجر (download di sini)

016. النحل (download di sini)

017. الإسراء (download di sini)

018. الكهف (download di sini)

019. مريم (download di sini)

020. طه (download di sini)

021. الأنبياء (download di sini)

022. الحج (download di sini)

023. المؤمنون (download di sini)

024. النّور (download di sini)

025. الفرقان (download di sini)

026. الشعراء (download di sini)

027. النمل (download di sini)

028. القصص (download di sini)

029. العنكبوت (download di sini)

030. الروم (download di sini)

031. لقمان (download di sini)

032. السجدة (download di sini)

033. الأحزاب (download di sini)

034. سبأ (download di sini)

035. فاطر (download di sini)

036. يس (download di sini)

037. الصافات (download di sini)

038. ص (download di sini)

039. الزمر (download di sini)

040. غافر (download di sini)

041. فصّلت (download di sini)

042. الشورى (download di sini)

043. الزخرف (download di sini)

044. الدخان (download di sini)

045. الجاثية (download di sini)

046. الأحقاف (download di sini)

047. محمد (download di sini)

048. الفتح (download di sini)

049. الحجرات (download di sini)

050. ق (download di sini)

051. الذاريات (download di sini)

052. الطور (download di sini)

053. النجم (download di sini)

054. القمر (download di sini)

055. الرحمن (download di sini)

056. الواقعة (download di sini)

057. الحديد (download di sini)

058. المجادلة (download di sini)

059. الحشر (download di sini)

060. الممتحنة (download di sini)

061. الصف (download di sini)

062. الجمعة (download di sini)

063. المنافقون (download di sini)

064. التغابن (download di sini)

065. الطلاق (download di sini)

066. التحريم (download di sini)

067. الملك (download di sini)

068. القلم (download di sini)

069. الحاقة (download di sini)

070. المعارج (download di sini)

071. نوح (download di sini)

072. الجن (download di sini)

073. المزمل (download di sini)

074. المدثر (download di sini)

075. القيامة (download di sini)

076. الإنسان (download di sini)

077. المرسلات (download di sini)

078. النبأ (download di sini)

079. النازعات (download di sini)

080. عبس (download di sini)

081. التكوير (download di sini)

082. الإنفطار (download di sini)

083. المطففين (download di sini)

084. الإنشقاق (download di sini)

085. البروج (download di sini)

086. الطارق (download di sini)

087. الأعلى (download di sini)

088. الغاشية (download di sini)

089. الفجر (download di sini)

090. البلد (download di sini)

091. الشمس (download di sini)

092. الليل (download di sini)

093. الضحى (download di sini)

094. الشرح (download di sini)

095. التين (download di sini)

096. العلق (download di sini)

097. القدر (download di sini)

098. البينة (download di sini)

099. الزلزلة (download di sini)

100. العاديات (download di sini)

101. القارعة (download di sini)

102. التكاثر (download di sini)

103. العصر (download di sini)

104. الهمزة (download di sini)

105. الفيل (download di sini)

106. قريش (download di sini)

107. الماعون (download di sini)

108. الكوثر (download di sini)

109. الكافرون (download di sini)

110. النصر (download di sini)

111. المسد (download di sini)

112. الإخلاص (download di sini)

113. الفلق (download di sini)

114. الناس (download di sini)

 

Lihat juga:

1.  download-murottal-syaikh-ali-al-hudzaifi-imam-masjid-nabawi-mp3

2. download-murotal-al-quran-abdurrahman-sudais-mp3

 

Download Murottal Al-Quran 30 Juzz Abdurrahman Sudais mp3

Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan Murottal Al-Quran 30 Juzz dari Abdurrahman Sudais, silahkan langsung men-download file yang dimaksud di laman ini.

Tersedia pula Murrotal Al-Quran dari  Syaikh Misyari  Ala’afasy dan Syaikh Ali Al-Hudzaifi  di link berikut ini:

1.  download-murottal-al-quran-syaikh-misyari-rasyid-al-‘afasy-mp3

2. download-murottal-syaikh-ali-al-hudzaifi-imam-masjid-nabawi-mp3

Semoga bermanfaat.

 

Surah No. Surah Name Download MP3
1 Al-Fatihah Download
2 Al-Baqarah Download
3 Al-Imran Download
4 An-Nisa’ Download
5 Al-Ma’idah Download
6 Al-An’am Download
7 Al-A’raf Download
8 Al-Anfal Download
9 At-Taubah Download
10 Yunus Download
11 Hood Download
12 Yusuf Download
13 Ar-Ra’d Download
14 Ibrahim Download
15 Al-Hijr Download
16 An-Nahl Download
17 Al-Isra Download
18 Al-Kahf Download
19 Maryam Download
20 Ta­Ha Download
21 Al-Anbiya’ Download
22 Al-Hajj Download
23 Al-Mu’minun Download
24 An-Nur Download
25 Al-Furqan Download
26 Ash-Shu’ara’ Download
27 An-Naml Download
28 Al-Qasas Download
29 Al-‘Ankabut Download
30 Ar­Room Download
31 Luqman Download
32 As­Sajdah Download
33 Al­Ahzab Download
34 Saba’ Download
35 Fatir Download
36 Ya­Sin Download
37 As-Saffat Download
38 Sad Download
39 Az-Zumar Download
40 Ghafir Download
41 Fussilat Download
42 Ash-Shura Download
43 Az-Zukhruf Download
44 Ad-Dukhan Download
45 Al-Jathiya Download
46 Al-Ahqaf Download
47 Muhammad Download
48 Al-Fath Download
49 Al-Hujurat Download
50 Qaf Download
51 Az-Zariyat Download
52 At-Tur Download
53 An-Najm Download
54 Al-Qamar Download
55 Ar-Rahman Download
56 Al-Waqi’ah Download
57 Al-Hadid Download
58 Al-Mujadilah Download
59 Al-Hashr Download
60 Al-Mumtahinah Download
61 As-Saff Download
62 Al-Jumu’ah Download
63 Al-Munafiqun Download
64 At-Taghabun Download
65 At-Talaq Download
66 At-Tahrim Download
67 Al-Mulk Download
68 Al-Qalam Download
69 Al-Haqqah Download
70 Al-Ma’arij Download
71 Nooh Download
72 Al-Jinn Download
73 Al-Muzzammil Download
74 Al-Muddaththir Download
75 Al-Qiyamah Download
76 Al-Insan Download
77 Al-Mursalat Download
78 An-Naba’ Download
79 An-Nazi’at Download
80 ‘Abasa Download
81 At-Takwir Download
82 Al-Infitar Download
83 Al-Mutaffifin Download
84 Al-Inshiqaq Download
85 Al-Buruj Download
86 At-Tariq Download
87 Al-A’la Download
88 Al-Ghashiyah Download
89 Al-Fajr Download
90 Al-Balad Download
91 Ash-Shams Download
92 Al-Lail Download
93 Ad-Duha Download
94 Ash-Sharh Download
95 At-Tin Download
96 Al-‘Alaq Download
97 Al-Qadr Download
98 Al-Baiyinah Download
99 Az-Zalzalah Download
100 Al-‘Adiyat Download
101 Al-Qari’ah Download
102 At-Takathur Download
103 Al-‘Asr Download
104 Al-Humazah Download
105 Al-Fil Download
106 Quraish Download
107 Al-Ma’un Download
108 Al-Kauthar Download
109 Al-Kafirun Download
110 An-Nasr Download
111 Al-Masad Download
112 Al-Ikhlas Download
113 Al-Falaq Download
114 An-Nas Download

Sumber lain untuk mendownload Murotal Abdurrahman Sudais mp3 quran full 30 juzz, klik http://mp3quran.net/eng/sds_english.html

 

 

 

Bukti Adanya Siksa Kubur

Benarkah siksa kubur akan dialami oleh orang  yang meninggal yang selama hidupnya banyak melakukan dosa?

Photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman, Timur Tengah. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya . azab kubur

Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah dimandikan lalu dimakamkan secara Islam hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman, ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk diidentifikasi kembali penyebab kematiannya. Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat . Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam.

Dia berubah tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua. Rambutnya yang semula hitam legam menjadi putih keperakan seluruhnya seolah seperti kehabisan darah. Tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadannya. Seluruh badan dan mukanya memar.

Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat. Pada akhirnya ayahnya mengakui bahwa anaknya ini sering melalaikan shalatnya.

Sebagai penutup tidak dapat dipungkiri bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang diperingatkan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Dan Tata Cara Sholat Yang Benar; Dua Dimensi Shalat

Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain).
Rasullulah bersabda, “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.” (HR. Bukhari, No.8 dan HR. Muslim No.16).
Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam, Rasullah saw. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. Muslim, No.8). Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam, otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). Abu Bakar Ash Shidiq ra. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullulah Saw. wafat, pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad, maka wajib diperangi. Para sahabat bergerak memerangi mereka. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Ini baru manolak zakat, apalagi menolak shalat.

__________________

Menghargai Hidup dengan Belajar dari Kematian

Sebuah aktivitas unik terjadi di kampus Rende Medical College, Taiwan. Menurut situs Orange.co.uk, para mahasiswa kedokteran yang menimba ilmu di sana, selain dicekoki teori dan pendidikan medis, mereka juga mendapat ajaran khusus tentang bagaimana menghargai arti kehidupan.

Caranya, satu per satu dari mereka diminta masuk ke dalam peti mati untuk berlatih menghadapi kematian. Melalui bimbingan seorang tutor, para mahasiswa itu harus menulis surat warisan, mengenakan kain kafan putih lalu masuk ke dalam peti mati dan dikubur di bawah lantai selama 10 menit.

“Meskipun hanya 10 menit, efeknya sama dengan kematian yang sebenarnya,” ucap seorang Profesor Qiu Daneng, perwakilan dari universitas tersebut.

Profesor itu menambahkan, hal ini memang tidak umum diberlakukan di sebuah universitas. Namun, ia menilai pelajaran dan hikmah yang diambil akan sangat berharga jika para mahasiswa itu bisa memaknainya.

“Ini juga menjadi wawasan untuk mereka. Agar mereka tahu bahwa kematian itu akan datang,” ujarnya.

Seorang mahasiswa bernama Xiao Lin mengatakan dirinya menjadi lebih bersyukur dan sangat menikmati setiap helaan nafas serta udara yang dihirupnya, setelah ia berada di dalam peti mati.

“Ketika merasakan 10 menit dikubur, saya merasa seperti seperti dilahirkan kembali dan semakin tahu bahwa setiap detik dalam hidupku sangatlah berharga,” kata Xiao Lin.

HAJI MABRURNYA TUKANG SOL SEPATU

HAJI MABRURNYA TUKANG SOL SEPATU

Sa’id Ibnu Muhafah, Tukang Sol sepatu yang mendapatkan pahala haji mabrur, padahal ia tidak haji, suatu ketika Hasan Al-Basyri menunaikan ibadah haji. Ketika beliau sedang istirahat, beliau bermimpi. Dalam mimpinya beliau melihat dua Malaikat sedang membicarakan sesuatu.
“Rasannya orang yang menunaikan haji tahun ini, banyak sekali” Komentar salah satu Malaikat
“Betul” Jawab yang lainya.
“Berapa kira – kira jumlah keseluruhan?”
“Tujuh ratus ribu”
“Pantas”
“Eh, kamu tahu nggak, dari jumlah tersebut berapa kira – kira yang mabrur”,
Selidik Malaikat yang mengetahui jumlah orang – orang haji tahun itu
“Wah, itu sih urusan Allah”
“Dari jumlah itu, tak satupun yang mendapatkan haji Mabrur”
“Kenapa?”
“Macam – macam, ada yang karena riyak, ada yang tetangganya lebih memerlukan uang tapi tidak dibantu dan dia malah haji, ada yang hajinya sudah berkali kali, sementara masih banyak orang yang tidak mampu, dan berbagai sebab lainnya’
“Terus?”
“Tapi Masih ada, orang yang mendapatkan Pahala haji mabrur tahun ini”
“Lho katannya tidak ada”
“Ya, karena orangnya tidak naik haji”
“Kok bisa”
“Begitulah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq”

Mendengar ucapan itu, Hasan Al-Basyri langsung terbangun. Sepulang dari Makkah, ia tidak langsung ke Mesir, Tapi langsung menuju kota Damsyiq (Siria). Sesampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana Hasan Al-Basyri menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Hasan Al-Basyri
“Betul, kenapa?”

Sejenak Hasan Al-Basyri kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya. “Sekarang saya tanya, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur, barang kali mimpi itu benar” selidik Hasan Al-Basyri sambil mengakhiri ceritanya.

“Saya sendiri tidak tahu, yang pasti sejak puluhan tahun yang lalu saya memang sangat rindu Makkah, untuk menunaikan ibadah haji. Mulai saat itu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Dan pada tahun ini biaya itu sebenarnya telah terkumpul”
“Tapi anda tidak berangkat haji”
“Benar”
“Kenapa?”
“Waktu saya hendak berangkat ternyata istri saya hamil, dan saat itu dia ngidam berat”
“Terus?”
“Ngidamnya aneh, saya disuruh membelikan daging yang dia cium, saya cari sumber daging itu, ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh, disitu ada seorang janda dan enam anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin daging yang ia masak, meskipun secuil. Ia bilang tidak boleh, hingga saya bilang bahwa dijual berapapun akan saya beli, dia tetap mengelak.
Akhirnya saya tanya kenapa?.. “daging ini halal intuk kami dan haram untuk tuan” katanya
“Kenapa?” tanyaku lagi ,
“Karena daging ini adalah bangkai keledai, bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakanya tentulah kami akan mati kelaparan,”
Jawabnya sambil menahan air mata.

Mendengar ucapan tersebut sepontan saya menangis, lalu saya pulang, saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, akhirnya uang bekal hajiku kuberikan semuanya untuk dia”

Mendengar cerita tersebut Hasan Al-Basyripun tak bisa menahan air mata.”Kalau begitu engkau memang patut mendapatkanya” Ucapnya.
———————————-
“Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, maka ia tidak boleh menganiaya dan menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa menolong kebutuhan saudaranya, maka Alloh akan menolongnya untuk memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa melepaskan suatu kesusahan dari seorang muslim (saudaranya), maka Alloh akan menghilangkan kesusahannya dari bermacam-macam kesusahan di hari qiamat. Dan barangsiapa menutupi kekurangan seorang muslim (saudaranya), maka Alloh akan menutup kekurangannya pada hari qiyanat. “(HR Bukhori dan Muslim)
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Joke: Tuhan itu Ada

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar?? Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya”, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Pertanyaan: Apa yang ter…?

PERTANYAAN  [Kata  mutiara]

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

Pertama….

“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab…

“orang tua”,
“guru”,
“teman”, dan “kerabatnya” …

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar…

Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.. .

Sebab kematian adalah PASTI  adanya…..

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua….

“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab…

“negara Cina”,

“bulan”,

“matahari”, dan
“bintang-bintang” …

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…
Tapi yang paling benar adalah: “masa lalu”…

Siapa pun kita… bagaimana pun kita…

dan  betapa kayanya kita…

tetap  kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu…
Sebab itu kita harus menjaga hari ini…

dan  hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…
“Apa yang paling besar di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab:

“gunung”,
“bumi”, dan
“matahari”.. .

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia  ini adalah “NAFSU”…

Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya…

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu…
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini…

jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)…

Pertanyaan keempat adalah…

“Apa yang paling berat di dunia ini…???”

Di antara muridnya ada yang menjawab….

“baja”, “besi”, dan
“gajah”…

“Semua jawaban hampir  benar…”,  kata Sang Guru ..

tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”…

Pertanyaan yang kelima adalah…

“Apa yang paling ringan di dunia ini…???”

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”,
“debu”,
dan “daun-daunan” ….

“Semua itu benar…”, kata Sang Guru…

tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah”…

Lalu pertanyaan keenam adalah…

“Apakah yang paling tajam di dunia ini…???”
Murid-muridnya menjawab dengan
serentak…
“PEDANG…!! !”

“(hampir) Benar…”, kata Sang Guru “tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”…
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya  menyakiti hati… dan melukai  perasaan saudaranya sendiri…

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…

senantiasa belajar dari MASA LALU…

dan tidak memperturutkan NAFSU…???

Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH  sekecil apapun…
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH….

serta senantiasa MENJAGA LIDAH  kita… ???

Malam Pertama yang Mengesankan

Malam Pertama yang Mengesankan

Oleh : Renungan Kisah Inspiratif (29 Maret 2010)

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…

Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…

Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan

Wewangian ditaburkan ke baju Kita…
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan

Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul

Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin…

Berwalikan liang lahat..
Saksi – saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..

Menunggu Dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap – rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…

Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….

Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga

Baca jika anda ada waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.

Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi
anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir saya
tidak ada waktu untuk ini….
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar
bahwa pemikiran semacam inilah yang ….
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari
Jum’at……
Mungkin malam JUM’AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?

Kita suka ALLAH pada masa kita sakit….
Dan sudah pasti waktu ada kematian…

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang
untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?

Karena…

Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya
mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.
Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka… …
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana
ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku
(nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang
telah DIA berikan kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita
sebelum kita meminta.

ALLAH

Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

Susah vs. Senang

Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?
Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah
kita segar kembali?

Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita
bangga mem “forward” kan email yang tak senonoh?

Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik…. Tidak perlu bayaran , tetapi
ganjaran lumayan.

Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia
TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi
mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata “AKU BERIMAN PADA
ALLAH” TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way,
also “believes” in ALLAH ).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email
lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak
terkendali.,
tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering
orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai
mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua
rekan anda
karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau
anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau
akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH
terhadap anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada
semua rekan mereka di rahmati ALLAH.

dariku:

Ya Allah semoga Engkau anugerahkan kami kemampuan untuk
mempersiapkan hari itu dengan baik, untuk mengisi hari- hari
kami dengan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat dengan niat
hanya untuk beribadah kepadaMu, Ya Rabb.

Amiin.

SERATUS ENAM PULUH KEBIASAAN NABI MUHAMMAD SAW

I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT

1. Selalu shalat sunnah fajar
2. Meringankan shalat sunnah fajar
3. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
4. Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
5. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
6. Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
7. Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
8. Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
9. Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
10. Shalat sunnah setelah Isya’
11. Mengakhirkan shalat Isya’
12. Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
13. Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
14. Menggosok gigi apabila bangun malam
15. Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
16. Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
17. Memanjangkan shalat malamnya
18. Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
19. Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
20. Shalat dhuha empat rakaat
21. Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
22. Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah
23. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’
24. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
25. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
26. Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
27. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk
28. Meringankan tasyahhud pertama
29. Meringankan shalat jika berjama’ah
30. Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah
31. Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
32. Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
33. Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
34. Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
35. Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam

II. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA

1. Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at
2. Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at
3. Mandi pada hari Jum’at
4. Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at
5. Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat
6. Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
7. Duduk di antara dua khutbah Jum’at
8. Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at
9. Shalat sunnah setelah jum’at
10. Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at
11. Mandi sebelum berangkat shalat Id
12. Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
13. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
14. Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
15. Shalat Id di tanah lapang
16. Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
17. Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha
18. Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
19. Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
20. Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
21. Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
22. Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
23. Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id

III. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA

1. Puasa dan berbuka secara seimbang
2. Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
3. Berbuka dengan korma
4. Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
5. Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
6. Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
7. Banyak puasa di bulan sya’ban
8. Puasa enam hari syawal
9. Puasa hari Arafah
10. Puasa Asyura atau sepuluh muharam
11. Puasa hari senin dan kami
12. Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
13. Mencium istri di siang hari

IV. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN

1. Memperbanyak sedekah
2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
3. Mengakhirkan waktu sahur
4. Puasa wishal
5. Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
6. I’tikaf
7. Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya
8. Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar

V. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM

1. Tidak pernah mencela makanan
2. Tidak makan sambil bersandar
3. Makan dan minum dengan tangan kanan
4. Makan dengan tiga jari
5. Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
6. Mengambil nafas tiga kali ketika minum
7. Minum dengan duduk dan berdiri
8. Mulai makan dari pinggir tempat makan
9. Berdo’a sebelum dan sesudah makan
10. Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
11. Tidak pernah makan di depan meja makan

VI. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA

1. Tidur dalam keadaan suci
2. Tidur di atas bahu sebelah kanan
3. Meletakkan tangan di bawah pipi
4. Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan
5. Tidak suka tidur sebelum Isya’
6. Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
7. Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
8. Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur
9. Membaca do’a jika terjaga dari tidur
10. Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
11. Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
12. Tidur hanya beralaskan tikar
13. Tidak menyukai tidur tengkurap

VII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN

1. Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
2. Sengang bepergian pada hari kamis
3. Senang pergi pada pagi hari
4. Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
5. Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
6. Berada di barisan belakang saat bepergian
7. Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
8. Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
9. Berdo’a jika tiba waktu malam
10. Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan
11. Berdo’a ketika kembali dari bepergian
12. Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at
13. Mengundi istri-istrinya jika bepergian
14. Shalat di atas kendaraan
15. Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
16. Mendo’akan orang yang ditinggal pergi
17. Mendo’akan orang yang akan bepergian
18. Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi

VIII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA

1. Senang berdoa dengan do’a yang ringkas
2. Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
3. Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
4. Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
5. Membaca do’a di pagi dan sore hari
6. Membaca do’a di akhir majlis
7. Membaca do’a saat keluar rumah
8. Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil
9. Berdoa jika memakai pakaian baru
10. Berdo’a jika merasa sakit
11. Berdo’a jika melihat bulna
12. Memanjatkan do’a di saat sulit
13. Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
14. Berdo’a jika bertiup angin kencang

IX. PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW

1. Selalu mengingat Allah di setiap waktu
2. Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
3. Selalu mendahulukan yang kanan
4. Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
5. Tidak menolak jika diberi minyak wangi
6. Tidak pernah menolak hadiah
7. Selalu memilih yang lebih mudah
8. Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
9. Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
10. Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
11. Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’
12. Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
13. Mengulang salam hingga tiga kali
14. Turut mengerjakan pekerjaan rumah
15. Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
16. Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
17. Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
18. Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
19. Tidak bohong dalam bergurau
20. Berdiri apabila melihat iringan jenazah
21. Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
22. Buang air kecil dengan jongkok
23. Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting
24. Menyuruh istrinya agar memakai kain jika ingin menggaulinya dalam keadaan haidh

(Akaha, Abduh Zulfidar, 160 Kebiasaan Nabi saw, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002)

NERAKA JAHANNAM; Tempat Paling Mengerikan (3)

Ketiga, wajah mereka akan dihitamkan seperti tertutup kepingan malam yang gelap gulita. Surat Yunus ayat 27 menuturkan: “Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan, (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang perlindungan pun dari (azab) Allah SWT. Seakan-akan muka mereka ditutup dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”
Keempat, mereka dikepung api dari segala penjuru, sebagaimana dikemukakan Surat Al-Kahfi ayat 29: “Sesungguhnya telah Kami sediakan bagi orang-orang yang zalim itu neraka yang gejolak apinya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk, dan tempat istirahat yang paling jelek.” Surat Al-Ankabut ayat 55 dan Surat Az-Zumar ayat 16 juga menyinggung hal yang tidak berbeda.
Kelima, api membakar hati, sehingga dari hati mereka keluar api. Isi perutnya akan terburai dan terpencar. Siksaan ini bagi penyembah berhala. Bagi orang yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari tempat yang tinggi, ia akan mendapat siksa terjun dari atas neraka. Surat Ali Imran ayat 193 menegaskan: “Ya Tuhanku, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sesungguhnya telah Engkau hinakan ia. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.”

Perlu diketahui, penduduk neraka selamanya tidak pernah mati. Siksaan pedihnya pun tidak pernah berhenti walau sedetik, kecuali ada kebijakan khusus dari Allah SWT. Akibat hukuman yang terus-menerus, wajah mereka cacat dan terbakar. Setiap kulit mereka matang karena terbakar, maka Allah SWT akan mengganti kulit yang baru. Begitulah seterusnya. Penduduk neraka juga akan mengeluarkan bau yang sangat busuk dari sekujur tubuhnya.

Gema Neraka Jahannam
Suara Neraka Jahannam sangat mengerikan dan menggelegak. Kitab Bidayatul Hidayah menulis, gema nyala apinya dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Siapapun yang mendengarnya akan dibuat merinding, termasuk para malaikat yang bertugas di dalamnya, meski mereka telah mendapat perlindungan dari Allah SWT. Tak pelak para penghuninya merintih, menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik keras.

Para penghuni neraka akan menangis sampai air matanya habis. Sehingga, yang keluar dari matanya berupa darah, bukan air mata lagi. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia sekalian, menangislah! Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis! Karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir di pipi masing-masing, seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanya pun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ, niscaya berlayarlah ia.” (HR Ibnu Majah)

Mereka sangat memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka. Mereka benar-benar sudah tidak tahan. Rasa putus asa, bahkan frustasi sudah mencapai puncaknya. Mereka berjanji akan beramal shalih, jika dikembalikan ke alam dunia. Namun, harapan mereka kosong, jelas tak berarti. Doanya pun sia-sia. Keinginannya sebatas di lidah. Para malaikat penjaga berkata, sesungguhnya kalian akan tetap berada di neraka ini.
Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah SWT telah berikan kepada penduduk surga. Penghuni surga mendapatkan bonus besar berupa makanan, minuman dan fasilitias lainnya yang sangat mewah, nikmat dan lezat. Semuanya gratis, tidak perlu beli. Para penghuni neraka merengek-rengek. Mereka berkhayal, sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikan sedikit saja makanan dan minumannya kepada mereka, alangkah senangnya mereka.

Sebetulnya di antara penduduk surga ada yang melihatnya dan merasa iba, hingga hampir-hampir memberikan barang-barang miliknya. Namun, Allah SWT segera mengharamkan makanan dan minuman itu bagi penduduk neraka. Surat Al-A’raf ayat 44 mengabadikan suasana tersebut: “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb janjikan kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepadamu)”. Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah SWT ditimpakan kepada orang-orang yang zalim”.

Penjelasan tersebut disambung dengan makna Surat Al-A’raf ayat 50: “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah SWT kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan keduanya di atas orang-orang kafir.” Demikianlah keadaan proses penyiksaan manusia di Neraka Jahannam yang luar biasa mengerikan. Tidak ada seorang pun yang bisa membantu maupun menolongnya, kecuali atas izin-Nya.

Air Mata Pemadam Api Neraka
Pada waktunya Allah SWT akan memberikan perintah kepada para malaikat untuk mengeluarkan para penghuni neraka yang patut mendapat rahmat-Nya. Mereka adalah orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Mereka mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah SWT.
Para malaikat segera mengenali mereka melalui tanda bekas sujud yang ada pada keningnya. Hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka. Sebab, Allah SWT telah berjanji mengharamkan api neraka untuk tidak membakar dan menghanguskannya.

Para malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah hangus. Tubuh mereka lalu disiram air kehidupan atau air pemulihan. Akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala, laksana tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar, dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar. Allah SWT selanjutnya memasukan mereka ke surga, setelah melewati proses pengadilan yang sangat ketat dan menegangkan.

Para nabi dan rasul memang sudah dijamin oleh Allah SWT langsung masuk surga, tanpa mampir dulu di neraka. Para sahabat nabi, tabi’in, tabi’it tabi’in, ulama, dan orang shalih, sayangnya belum tentu nasib mereka sama seperti nabi dan rasul. Apalagi umat Islam secara keseluruhan. Sebab, semua itu rahasia dan hak mutlak Allah SWT. Tetapi, setiap umat Islam sebetulnya bisa seperti para nabi dan rasul. Syaratnya cuma satu, yakni meninggal dunia dalam keadaan tidak punya dosa apapun. Kalau pun hanya membawa dosa sedikit, maka harus bisa ditutupi dengan amalan pahala yang sangat banyak.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT, sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya. Dalam kitab Daqa’iqul Akhbar diceritakan, kelak akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat. Timbangan kejahatannya sangatlah berat. Ia telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Tiba-tiba salah satu rambut matanya berkata, “Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad SAW telah bersabda, siapa yang menangis lantaran takut kepada Allah SWT, maka Allah SWT mengharamkan matanya itu ke neraka. Sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu.”

Allah SWT lantas memutar kembali jejak rekam kehidupan orang itu. Singkat cerita, akhirnya Allah SWT bersedia mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka berkat sehelai rambut yang pernah menangis sebab benar-benar takut kepada Allah SWT. Malaikat Jibril kemudian diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengumumkan bahwa telah selamat dari siksa neraka seorang Fulan bin Fulan sebab sehelai rambutnya.

Untuk itu, Rasulullah SAW dan para ulama mengajarkan, sikap atau posisi kita yang terbaik saat ini haruslah berada antara dua perasaan, yaitu khauf (takut) dan raja’ (harapan). Maksudnya, takut atas ancaman masuk neraka karena banyak dosa. Sementara harapan akan mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah SWT. Keseimbangan di antara keduanya akan melahirkan iman yang kuat dan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT.

Sebaliknya, jika hanya takut saja, nanti akan menjadikan kita selalu berputus asa. Bila hanya harapan saja, bisa-bisa kecewa di akhirat dan di dunia ini tidak pernah takut dosa. Bagaimanapun, geliat kehidupan kita di dunia ini kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kisah dan gambaran tersebut membuat kita dan keluarga sadar serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kelak kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari azab Neraka Jahannam, amin. Wallahu a’lam bis showab.

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

NERAKA JAHANNAM; Tempat Paling Mengerikan (2)

Pemandangan Neraka Jahannam
Di dalam Neraka Jahannam terdapat pemandangan-pemandangan aneh, yang belum pernah terjadi ditempat manapun.
Pertama, sebuah gunung api bernama Shu’uda. Allah SWT memerintahkan orang-orang kafir untuk mendakinya. Mereka menuruti perintah Allah SWT, tanpa berani membantah-Nya. Tetapi, setiap kali mereka meletakkan tangannya di atas gunung itu, maka tangannya langsung meleleh. Ketika diangkat, tangannya kembali utuh seperti semula. Mereka akan menghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya. Untuk menuruninya, mereka juga butuh waktu selama 70 tahun.
Kedua, lembah Al-Ghayy di dasar Jahannam yang dialiri nanah bercampur darah dari para penghuni neraka. Lembah ini disediakan bagi orang-orang yang meremehkan shalat lima waktu dan mengikuti nafsu syahwatnya.
Ketiga, lembah Atsam yang berisi ular dan kalajengking. Lembah ini diperuntukkan bagi orang-orang yang berbuat syirik, berzina dan membunuh jiwa lain tanpa hak.
Keempat, lembah Maubiqa yang sepenuhnya berisi nanah. Allah SWT menyiapkannya untuk orang-orang yang menyembah berhala.
Kelima, sebuah rumah bernama Al-Falaq. Jika pintunya dibuka, maka seluruh penduduk neraka akan menjerit karena tidak mampu menahan panasnya.
Keenam, penjara Bulas, dimana orang-orang yang menyombongkan diri akan digiring seperti semut-semut kecil berbentuk manusia. Mereka diselimuti kobaran api dan terbenam dalam keringat dan nanah yang bercampur darah penduduk neraka.

Selain pemandangan menjijikan di atas, Neraka Jahannam memiliki belenggu.
Pertama, Al-Aghlal, yaitu belenggu dari besi membara yang dipasang di leher penduduk neraka.
Kedua, Al-Ashfad, yaitu tali api yang sangat kuat, sehingga membuat seseorang tak berdaya sama sekali.
Ketiga, As-Salasil, yaitu rantai besi yang panjangnya 70 hasta. Sementara cambuk Neraka Jahannam terbuat dari besi-besi panas.
Seluruh tempat tersebut dijaga oleh para malaikat yang memiliki karakter keras dan kasar. Mereka tidak bisa diajak kompromi, apalagi disuap atau diberi uang. Sosok mereka tegak berdiri menjaga api yang terus menyala-nyala. Perawakannya besar. Ekspresi wajah dan suaranya amat garang. Mereka sangat patuh kepada Allah SWT, dan tidak mungkin membangkang-Nya.

Surat At-Tahrim ayat 6 sudah mengingatkan: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Jumlah malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk menjaga setiap neraka kurang lebih sebanyak sembilan belas. Surat Al-Muddatstsir ayat 26 sampai 30 menggambarkannya demikian: “Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia, di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Apakah penduduk Neraka Jahannam tidak makan dan minum? Ternyata mereka tetap membutuhkan makan dan minum. Hanya saja, Allah SWT menyediakannya dalam rupa-rupa yang menyeramkan.
Pertama, pohon Zaqqum. Mayangnya seperti kepala setan. Tumbuh di bawah dasar neraka. Setiap orang yang memakannya, maka ususnya akan terburai.
Kedua, pohon Dhari, yaitu pohon duri yang sangat keras. Ia tidak dapat menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. Ia justru menyumbat tenggorokan. Dengan kata lain, ia tidak keluar dan tidak juga masuk ke dalam perut.
Ketiga, Ghislin, yaitu nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka.
Keempat, Al-Hamim, yaitu air sangat panas yang akan disuguhkan dengan besi panas yang ujungnya dibengkokkan.
Kelima, Al-Ghassaq, yakni air sangat dingin yang berupa nanah kental. Jika setetesnya ditumpahkan di Barat bumi, niscaya penduduk sebelah Timur akan mencium baunya yang sangat busuk.
Keenam, Ash-Shadid, yaitu air nanah bercampur darah. Ini akan membuat wajah peminumnya hangus. Sekaligus membuat seluruh kulit kepala dan rambut mereka mengelupas. Meski begitu, para penduduk neraka tetap memakan dan meminumnya. Sebab, tidak ada pilihan makanan dan minuman lainnya. Sedang pakaian mereka berupa Qathiran atau tembaga yang dilebur api. Perhiasannya besi panas yang melengkung. Adapun tikar dan selimutnya berbentuk potongan-potongan api (Mihad dan Ghawasy). Masing-masing bentuk maupun ukurannya hanya Allah SWT yang tahu.

Manusia dan batu berhala yang dahulu disembah orang-orang musyrik menjadi bahan bakar Neraka Jahannam. Satu waktu Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang mengenai kadar hawa dan suhu panasnya. Rasulullah SAW menjawab, “Api kalian yang ada sekarang ini yang digunakan Bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api Neraka Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Api Neraka Jahannam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita.” (HR Tirmidzi) Sahabat Umar bin Khaththab mengatakan, seandainya Neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelah Timur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian Barat, pasti otaknya akan meleleh karena tidak mampu menahan panasnya.
Di antara penyebab hawa dan panas Neraka Jahannam sedemikian memuncak karena tidak berfungsinya 3 unsur pendingin dari panas bagi manusia; air, angin dan naungan untuk berteduh. Air di Neraka Jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak). Anginnya berupa samum (angin yang rasanya amat panas). Sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang juga membawa panas).

Di Neraka Jahannam terdapat pula sumur dan jurang. Kedalamannya sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW. Seorang sahabat bernama Abu Hurairah bercerita, pada suatu hari kami bersama Rasulullah SAW. Lantas kami mendengar suara benda jatuh. Rasulullah SAW bertanya, tahukah kalian, suara apakah itu? Kami menjawab, Allah SWT dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah SAW bersabda, itu adalah suara batu yang dikirim dari Neraka Jahannam sejak 70 tahun yang lalu. Sekarang baru sampai ke dasar neraka.

Beraneka Siksa
Untuk siapakah semua itu diciptakan? Ayat Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW sudah menegaskan, para penduduk neraka kelak terdiri dari berbagai golongan. Berikut ini di antara daftar calon penghuninya; orang yang musyrik, kafir, munafik, sombong, pemimpin zalim, koruptor, pezina, homoseks, peminum khamer (minuman keras), pemakai ganja dan narkotika, pemakan riba, pemain judi dan pemakan uangnya, serta pemakan harta anak yatim, tanpa alasan yang benar.
Selain itu, pembunuh orang mukmin tanpa hak, pelaku bunuh diri, orang yang tidak mau berjihad dan tidak mau membantu kaum muslimin yang tertindas maupun diperangi. Orang yang meninggalkan shalat wajib, tidak mau membayar zakat, tidak mau berpuasa wajib, para dayyuts (orang yang membiarkan perbuatan maksiat terjadi di hadapannya), dan anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, termasuk penghuni Neraka Jahannam.

Hukuman atau siksaan yang ditimpakan kepada mereka, tentu masing-masing kadarnya tidaklah sama. Semuanya tergantung dari kesalahan dan besarnya dosa ketika diperbuat selama hidup, setelah terlebih dahulu ditimbang pada hari penghitungan (hisab). Namun, menurut Rasulullah SAW, seringan-ringan siksa adalah seseorang yang memakai terompah (sepasang sandal) yang talinya terbuat dari bara api neraka, sehingga menyebabkan otaknya mendidih. Dia mengira tiada seorang pun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu. Padahal, dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan. (HR. Bukhari dan Muslim).
Al-Quran mengurai berbagai siksaan berat yang terjadi di Neraka Jahannam.
Beraneka siksaan ini tentu menunjukkan tingkat kesalahan yang berbeda-beda di antara para penduduk neraka, selain memperlihatkan kekuasaan Allah SWT.
Pertama, kepala mereka akan disiram air panas, sehingga melelehkan otak mereka. Begitu pula isi perut dan kulit mereka, sebagaimana disinggung Surat Al-Hajj ayat 19-21:
“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar. Mereka saling bertengkar mengenai Rabb (Tuhan) mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.”
Kedua, wajah mereka akan diseret di atas bara api, juga dibolak-balik seperti daging bakar. Keterangan ini disebutkan jelas oleh Surat Al-Ahzab ayat 66: “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan ke dalam neraka. Mereka berkata, alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah SWT dan taat [pula] pada rasul.”

bersambung..

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

NERAKA JAHANNAM; Tempat Paling Mengerikan (1)

“Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi Neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT). Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raaf: 179)

Neraka Jahannam adalah tempat paling dahsyat dan mengerikan yang diciptakan secara khusus oleh Allah SWT. Neraka Jahannam laksana penjara super raksasa bagi orang-orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat. Di alam akhirat, tempat itu kelak disediakan bagi manusia yang durhaka kepada syariat Allah SWT, mengingkari Rasulullah SAW, senang bermaksiat, gemar melakukan dosa, dan orang yang bersikap sombong. Mereka mengakui bahwa ketika di dunia tidak mau mendengar dan tidak berpikir. Padahal, pendengaran dan berpikir ialah landasan ilmu, dan dengan keduanya ilmu bisa didapatkan.
Para ulama terkemuka mensinyalir, letak tempat yang menjadi lambang kehinaan dan kerugian terbesar tiada taranya itu berada di dasar bumi yang ketujuh. Untuk mengetahui luas dan besarnya, berikut ini keterangan dari sebuah hadis Qudsi. Hadis Qudsi ialah hadis yang disampaikan Rasulullah SAW, namun materi atau isinya berasal langsung dari Allah SWT. Neraka Jahannam mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat memiliki 70.000 daerah. Setiap daerah meliputi 70.000 kampung. Setiap kampung mencakup 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik memiliki 70.000 kotak. Setiap kotak meliputi 70.000 batang pokok zarqum. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Di bawah setiap pokok zarqum juga mempunyai 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat.

Luas dan besar Neraka Jahannam juga bisa diukur dari besarnya tubuh para penghuninya yang seketika berubah drastis. Gigi geraham penghuninya sebesar Gunung Uhud. Jarak antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan 3 hari. Tempat duduknya sejauh Kota Mekkah dan Madinah. Bahkan, seandainya seorang penduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikan sebuah perahu berlayar di atasnya. Allah SWT pun sudah menggambarkan keadaannya, sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al-Quran.
Tujuh Pintu yang Berbeda

Neraka Jahannam memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu telah ditetapkan bagi golongan yang akan memasuki dan menghuninya. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Neraka Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al-Hijr: 43-44)

Ketika Malaikat Jibril turun membawa ayat tersebut, Rasulullah SAW memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Malaikat Jibril menjawab, wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu. Jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun. Setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain. Semua pintunya berdiri kokoh dan akan selalu tertutup rapat, sebelum dimasuki oleh para penghuninya. Malaikat Jibril menyebut ketujuh pintu yang dimaksud.
Pintu pertama bernama Neraka Hawiyah bagi kaum munafik dan kafir. Pintu kedua dikenal Neraka Jahim bagi kaum musyrik yang menyekutukan Allah SWT. Pintu ketiga disebut Neraka Saqar untuk kaum Sabian (penyembah api). Pintu keempat dinamakan Neraka Ladza bagi setan dan para pengikutnya serta penyembah api. Pintu kelima bernama Neraka Huthamah bagi kaum Yahudi. Pintu keenam disebut Neraka Sa’ir bagi kaum kafir.

Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Malaikat Jibril terdiam. Rasulullah SAW memintanya untuk menjelaskan pintu yang ketujuh. Malaikat Jibril menjawab, pintu ini untuk umatmu yang angkuh, yang mati tanpa menyesali dosa-dosanya dan belum mau bertaubat. Namanya pintu Neraka Jahannam. Rasulullah SAW lalu mengangkat kepalanya. Beliau begitu sedih sampai jatuh pingsan. Ketika siuman, beliau berkata, wahai Jibril, sesungguhnya kedatangan engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat. Akankah umatku masuk neraka? Malaikat Jibril tidak menjawab. Rasulullah SAW kemudian mulai menangis.

Setelah kejadian itu, Rasulullah SAW tidak mau berbicara dengan siapapun selama beberapa hari. Rupanya beliau sangat sedih. Ketika melaksanakan shalat, beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat mendadak ikut menangis. Mereka memberanikan diri bertanya, mengapa engkau begitu berduka, ya Rasulullah? Namun, Rasulullah SAW tidak menjawabnya, walau sepatah kata pun.

Saat itu, Ali bin Abi Thalib sedang pergi melaksanakan satu misi. Maka, para sahabat ramai-ramai pergi menghadap Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan Rasulullah SAW. Mereka mendatangi rumahnya. Ketika itu Fatimah sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah SAW). Setelah mendengar semua itu, Fatimah segera bangkit. Ia lalu mengenakan jubahnya yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma.

Seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Salman Al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Fatimah. Spontan ia berkata, sungguh kasihan Fatimah. Putri-putri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgasana emas. Sementara putri Rasulullah SAW ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai. Fatimah mendengar sendiri ucapan Salman tersebut, namun tidak ditanggapinya dan tidak merasa tersinggung. Fatimah terus melangkahkan kakinya.

Ketika sampai di hadapan Sang Ayah, Fatimah melihat keadaannya begitu menyedihkan. Keadaan para sahabatnya juga tidak berbeda. Fatimah berkata, wahai Ayahanda, Salman Al-Farisi terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan. Aku bersumpah, demi Tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi. Sejak lima tahun lalu, kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah. Pada waktu siang, kami memberi makan unta-unta. Pada waktu malam, kami beristirahat. Anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Rasulullah SAW kemudian berpaling ke arah Salman dan bertanya, apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?
Fatimah melihat wajah Sang Ayah menjadi pucat. Pipinya terlihat cekung. Kedua matanya sembab, akibat tangisan yang tidak terhenti. Sampai-sampai diketahui, tempat Rasulullah SAW duduk telah menjadi basah dengan banyaknya air mata yang mengalir. Fatimah berkata kepada Ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, mengapa Ayahanda menangis?

Rasulullah SAW menjawab, ya Fatimah, mengapa aku tidak boleh menangis? Sesungguhnya Malaikat Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu. Pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah, ada tujuh puluh ribu peti mati dari api. Setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab.
Setelah mendengar semua ini, Fatimah berseru, sesungguhnya orang yang dimasukkan ke dalam api ini pasti menemui ajal!. Setelah mengatakan ini, Fatimah pingsan. Ketika sadar, Fatimah berkata, wahai yang terbaik dari segala makhluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu? Rasulullah SAW menjawab, umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara shalat. Azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainnya.

Begitu mengetahui hal tersebut, setiap sahabat Rasulullah SAW selalu menangis. Mereka meratap, derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit. Sementara sebagian sahabat lagi menangis seraya berkata lirih, seandainya ibu kami tidak melahirkan kami, maka kami tidak akan mendengar tentang azab ini. Sahabat bernama Ammar bin Yasir berkata, andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (pada hari kiamat) untuk dihisab.
Sahabat bernama Bilal bin Rabah yang tidak hadir pada kesempatan itu, hari berikutnya datang kepada Salman Al-Farisi. Ia bertanya sebab-sebab duka cita itu. Salman menjawab, celakalah engkau dan aku. Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini. Kita akan diberi makanan dengan pohon zaqqum (pohon beracun di neraka). Saat itu, Bilal tak mampu lagi berkata apapun. Ia benar-benar terdiam. Hanya air matanya yang mengalir di kedua pipinya. Seakan-akan lidahnya kelu.

bersambung..

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Berapa Lama Kita Dikubur?

AWAN sedikit mendung, ketika kaki-kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yang kebesaran melambai-lambai ditiup angin. Tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi. Sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20-01-1965”.

“Nak, ini kubur nenekmu mari kita berdoa untuk nenekmu,”. Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yang mengangkat tangan ke atas, dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdoa untuk neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara ibunya.
“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana.
Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”.

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya yah,” jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya.
Sekali lagi ayahnya mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.
“Memangnya kenapa ndhuk?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.
“Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa di neraka,” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”
Ayahnya tersenyum, “Lalu?” “Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah dikubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya … 42 tahun … Hingga sekarang…kalau kiamat datang 100 tahun lagi ….142 tahun disiksa ..
Atau bahagia dikubur …. Lalu ia menunduk … Meneteskan air mata …

Kalau ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un … Air matanya semakin banyak menetes…..
Sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa dikubur…
Lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?
Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin Ia sudah tak tahan?

Ya Allah …ia semakin menunduk… Tangannya terangkat keatas…bahunya naik-turun tak teratur….
Air matanya semakin membanjiri jenggotnya …..
Allahumma as aluka khusnul khootimah berulangkali dibacanya doa itu hingga suaranya serak….
Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu… Dibetulkannya selimutnya.
Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya… Arti sebuah kehidupan… dan apa yang akan datang di depannya…

(dikutip dari milis tetangga)

Skip to toolbar