Kata Mutiara

Jadilah yang terbaik di antara yang baik atau setidaknya menjadi yang baik di antara yang tidak baik

Archive for the ‘Rokok dan Bahayanya’ Category

Ingin Sukses Berhenti Merokok? Ikuti Langkah Ini!

ghiboo.com
Oleh Innes | ghiboo.com

Ghiboo.com – Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.

Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.

Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok

Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.

Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.

Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok

Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.

Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu ‘pengamatan khusus’ pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.

Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda

Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.

Langkah 4: Cari dukungan

Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.
Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.

BACA JUGA:

Apa yang terjadi dalam tubuh ketika berhenti merokok?
Raup ratusan juta rupiah dengan berhenti merokok
Merokok sebabkan kebotakan pada pria
Bahaya asap rokok bagi kesehatan janin
Asap rokok juga bisa mengganggu pendengaran

Buah dan Sayuran Bantu Berhenti Merokok

Oleh Innes | ghiboo.com

  • Buah dan Sayuran Bantu Berhenti MerokokLihat FotoBuah dan Sayuran Bantu Berhenti Merokok

Ghiboo.com – Penelitian terbaru oleh University at Buffalo Public Health and Health Profession menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu Anda untuk berhenti dan bebas dari tembakau lebih lama.

Para peneliti menyurvei 1.000 perokok berusia 25 tahun ke atas dengan melakukan wawancara via telepon secara acak. Peneliti menindaklanjuti penelitian, 14 bulan kemudian, dan kembali menanyakan apakah ada penggunaan tembakau selama beberapa bulan ke belakang.

Temuan yang dipublikasikan dalam journal Nicotine and Tobacco Research menemukan setelah 14 bulan, perokok yang mengonsumsi buah dan sayuran tiga kali lebih banyak, mungkin terbebas dari penggunaan tembakau selama minimal satu bulan dibandingkan dengan perokok yang jarang atau tidak suka memakan buah dan sayuran.

“Memang, ini hanya penelitian observasional, tetapi makanan yang dikonsumsi seseorang dapat memfasilitasi keberhasilan untuk berhenti merokok,” jelas peneliti Jeffrey P. Haibach, MPH, dilansir melalui Medicaldaily (7/6).

Haibach menambahkan, buah dan sayuran lebih cepat memberikan efek rasa kenyang sehingga membantu mengurangi kebutuhan untuk merokok. Menurutnya, terkadang perokok keliru mengartikan rasa lapar dengan keinginan untuk merokok. Karena, kebanyakan perokok mengatakan merokok dapat menghilangkan rasa lapar.

Daging, minuman berkafein dan alkohol disarankan mulai dikurangi untuk menyukseskan program berhenti merokok. “Makanan seperti buah dan sayuran sebenarnya dapat memperburuk rasa rokok,” jelas Haibach.

BACA JUGA:

Kiat sukses berhenti merokok
Yang terjadi dalam tubuh ketika kita berhenti merokok
Perokok menthol lebih mudah kena stroke
Rokok sebabkan kualitas sperma menurun
Kalau tak ingin botak, berhentilah merokok

Cara Berhenti Merokok yang Efektif

4 Cara Mudah Berhenti Merokok


Kita sering mendengar kampanye “anti Rokok” tapi sejauh yang kita lihat hingga saat ini perkembangannya belum terlalu terlihat. padahal perartuarn pemerintah pun sudah dikeluarkan, tapi tingkat perokok didunia masih sangat tinggi. mengapa bisa begitu? mungkin anda sudah mempuyai keinginan untuk berhenti merokok, tapi anda belum tahu bagaimana caranya. berikut ini ada 4 cara mudah berhenti merokok :

NIAT
Kita tau bahwa segala sesuatu itu di awali dengan niat. Hal ini juga sama dengan berhenti merokok, untuk berhenti merokok yang kita harus memiliki pertama kali adalah “niat berhenti merokok“, dimana niat tersebut adalah niat yang sangat kuat dan benar-benar ingin berhenti merokok (motivasi yang kuat).

USAHA
Orang yang sudah ketagihan dengan rokok biasanya tidak mungkin langsung dapat berhenti total kecuali ada sebab tertentu. Diperlukan usaha yang keras untuk melakukannya. Berikut beberapa usaha untuk berhenti merokok.
• Mengurangi jumlah rokok.
• Perbanyak membaca tentang rokok.
• Beritahu teman.

a. Mengurangi Jumlah Konsumsi Rokok
Mulai berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap per harinya. Seharinya saya bisa menghabiskan satu bungkus rokok. Misalnya hari pertama mulai berhenti merokok masih menghisap satu bungkus rokok, hari kedua 10 batang, hari ketiga 8 batang, hari ke empat 6 batang, hari ke lima 5 batang, hari ke enam 5 batang, hari ke tujuh 4 batang, berkurang seterusnya sampai akhirnya dalam satu hari kita tidak merokok sama sekali.

b. Perbanyak membaca Tentang Bahaya Rokok
Karenadengan semakin banyak baca kita akan semakin tahu kalau ternyata rokok itu sangat mengerikan. Rokok bagaikan serigala berbulu domba. Rokok sangat disayang oleh begitu banyakorang di seluruh dunia, bahkan kalau membeli rokok pun tidak pernah ditawar meskipun harganya naik dari tahun ke tahun.
Dalam satu batang rokok mengandung 10.000 radikal bebas dan tidak kurang dari 4000 bahan kimia berbahaya lainnya. Jadi baca buku tentang rokok juga merupakan salah satu usaha berhenti merokok.

c. Beritahu Teman Bahwa Kita Sudah Berhenti Merokok
Hal yang satu ini sangat penting mengingat biasanya seseorang merokok karena pengaruh teman. Dengan memberitahu teman kalau kita sudah berhenti merokok diharapkan pengertian dari mereka, sehingga ketika kita bersama teman tidak di tawari rokok karena mereka sudah tahu kalau kita berhenti merokok.

EVALUASI
Evaluasi sangat penting di lakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan kita. Dari sinilah kita tahu di mana letak kekurangan dan kesalahan kita sehingga kita bisa memperbaikinya.

DO’A,
Kita tahu bahwa setiap usaha harus ada do’a, setiap do’a harus di iringi ikhtiar, jadi hal terakhir yang harus anda lakukan setelah senua anda lakukan adalah berdo’a, berdo’a agar semua usaha anda berhasil. Amin

Jadi sekarang semuanya berawal dari anda, mulai jalankan 4 cara mudah berhenti merokok ini dan bagi cerita sukses anda dengan dunia bahwa anda, BERHASIL!

Anda dapat melihat yang artikel lainnya di:
TDW Club – 4 Cara Mudah Berhenti Merokok

Laporan AS: Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru

Antara

Antara – Jumat, 10 Desember 2010
Laporan AS: Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru

Washington (ANTARA/Reuters) – Asap rokok dapat menyebabkan kerusakan dini bagi paru-paru serta DNA sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama akan mengutamakan upaya penghentian merokok, ujar pejabat kesehatan federal, Kamis.

Kegiatan merokok tidak hanya menyakiti sang perokok, namun juga orang di sekeliling mereka. Seluruh pajak, larangan serta perlakuan harus dijalankan bersama untuk membantu menurunkan jumlah kegiatan merokok, ujar Dokter Bedah Umum AS, Dr Regina Benjamin dalam laporannya mengenai kegiatan merokok.

“Zat kimia di dalam rokok tembakau mencapai paru-paru anda dengan cepat setiap saat anda menghirup sehingga menyebabkan kerusakan dini,” ujar Benjamin dan menambahkan, bahkan dengan menghisap sejumlah kecil rokok tembakau dapat merusak DNA sehingga menyebabkan kanker.

Laporan dalam jejaring bedah umum juga mengatakan perusahaan tembakau telah sengaja merancang sejumlah rokok dan produk tembakau lainnya agar bersifat adiktif dan mereka pun telah meluncurkan produk tembakau terbaru yang diduga lebih aman namun pada kenyataannya tetap berbahaya dan bersifat adiktif.

Benjamin mengatakan, sepertiga orang yang pernah mencoba rokok akan menjadi perokok berat.

“Selama dua tahun terakhir, kami telah berupaya untuk mengurangi penggunaan tembakau, termasuk melaksanakan undang-undang yang mengatur produk tembakau, membiayai upaya pengaturan tembakau lokal dan meluaskan akses jaminan pemerataan penghentian tembakau,” ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Kathleen Sebelius.

“Hal itu masih menjadi kunci utama pemerintahan kami,” tambah dia.

Laporan itu mencatat bahwa penelitian telah memperlihatkan rokok menewaskan 443.000 warga setiap tahunnya di Amerika Serikat yang satu dari setiap lima orang meninggal dunia akibat kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru serta penyebab lainnya.

“Beban ekonomi penggunaan rokok tercatat pada lebih dari 193 miliar dolar AS per tahun yang terdiri dari biaya kesehatan dan kerugian produktivitas,” ujar Sebelius.

“Lebih dari 1.000 warga tewas setiap hari akibat rokok dan satu setengah dari semua perokok jangka panjang terbunuh oleh penyakit yang ditimbulkan karena merokok,” tambah laporan itu.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr Thomas Frieden, dan Dewan Pemerintah mengenai Makanan dan Obat-Obatan, Dr Margaret Hamburg, mengatakan bahwa penelitian itu juga menghasilkan cara mengurangi kegiatan merokok.

“Dampak terbesar datang ketika kami menaikkan harga tembakau, melarang tindakan merokok di tempat umum, menawarkan perawatan penghentian merokok yang mudah didapat dan terjangkau serta menggabungkan kampanye media dan upaya lainnya,” ujar mereka dalam laporannya.

CDC memperkirakan bahwa sekitar 23 persen orang dewasa AS dan 17 persen siswa Sekolah Menengah Atas di negara itu adalah perokok.

Rokok Bisa Perpendek Penis

Rokok tak hanya menjadi penyebab penyakit jantung, gangguan hati, stroke dan kanker paru-paru, namun juga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi hingga memperpendek ukuran penis. Nah.

Temuan ini berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti dari Boston University School of Medicine terhadap 200 partisipan pria perokok. Dari hasil penelitian, rata-rata perokok mengalami pemendekan penis sebesar 1 cm.

“Ini merupakan penelitian terbesar yang pernah ada tentang rokok yang terkait dengan sensitivitas seks,” ujar Dr Pedram Salimpour, salah seorang peneliti, seperti dilansir dari Guardian, Jumat (27/8).

Menurut Dr Salimpour, pengaruh negatif rokok pada penis sama halnya dengan pengaruh rokok pada hati. Ini merupakan kerusakan pembuluh darah, yang membuat aliran darah terhambat.

Semua ini dipengaruhi efek elastin, yaitu protein jaringan ikat yang elastis dan memungkinkan jaringan dalam tubuh untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan atau kontraksi. Dalam hal ini, elastin mempengaruhi kemampuan ereksi penis.

Dr Salimpour menjelaskan, elastin seperti karet yang bisa meregang. Inilah yang terjadi pada penis sebagai akibat adanya peningkatan aliran darah.

Merokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan hal tersebut, sehingga bisa mempengaruhi ukuran penis dan kemampuan ereksi. Tapi peneliti belum bisa menentukan berapa banyak rokok yang bisa merusak elastin dan memperpendek ukuran penis.

“Hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut, tapi tampaknya bahaya rokok lebih rentan terhadap penis ketimbang hati,” jelas Dr Salimpour.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena pembuluh darah yang ada di penis jauh lebih kecil daripada pembuluh darah di hati. Pembuluh darah yang ada di hati berukuran 1,5 mm, sedangkan pembuluh darah penis 1 mm lebih kecil atau tepatnya berukuran 0,5 mm.

Tak hanya perokok aktif, Dr Salimpour juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa hal yang sama juga bisa terjadi pada para perokok pasif. Tapi hal tersebut masih membutuhkan studi lebih lanjut.  (go4/ICH)

sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/08/30/27555/Rokok-Bisa-Perpendek-Penis

Bone-bone, Desa Bebas Rokok Pertama Dunia

Liputan6.com, Enrekang: Meninggalkan kebiasaan merokok tak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan yang merugikan kesehatan ini disebut-sebut begitu sulit ditinggalkan. Bagi sebagian perokok, mengisap asap sama pentingnya seperti memakan nasi.

Tekad kuat ditunjukkan sesosok orang dari Pulau Sulawesi. Idris, Kepala Desa Bone-bone, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berhasil keluar dari kebiasaan buruk. Ia sudah tidak merokok sejak belasan tahun lampau.

Desa Bone-bone terletak di kaki Gunung Latimojong, yang dapat ditempuh dengan tiga jam perjalanan dari pusat kota. Di tahun 2000, desa ini dinyatakan sebagai desa pertama di dunia yang dinyatakan sebagai kawasan bebas rokok. Pahlawan di balik semua ini adalah Idris, sang kepala desa.

Idris yang juga berprofesi sebagai tukang kayu menceritakan pengalaman di masa lalu. Ia mengaku biasa menghabiskan 16 batang rokok perhari. Kebiasaan ini disadari berpengaruh buruk dan ia pun berusaha keras berhenti. Berkat tekad dan dukungan warga, Idris berhasil meninggalkan rokok untuk selama-lamanya.

Idris ingin merangkul semua orang, terutama warganya. Pria berumur 45 tahun itu kemudian memasang larangan tegas. Ia akan menerapkan sanksi bagi siapa saja yang berani merokok, tak terkecuali tamu.

Tak hanya larangan merokok. Idris juga melarang ayam negeri dan makanan lain yang mengandung pewarna berbahaya masuk ke Bone-bone. Semua itu ia lakukan demi kesehatan warga dan para generasi penerus.

Usaha Idris membuahkan hasil. Hampir semua warga Bone-Bone terbebas dari berbagai penyakit. Beragam penghargaan pun diterima sang kepala desa. Idris sering diundang Departemen Kesehatan setempat sebagai narasumber dan motivator. Desa tetangga pun mengikuti kesuksesan Bone-bone.

Saat ini Idris memiliki sasaran baru. Ayah delapan anak ini ingin memperbaiki jalan menuju Bone-bone yang rusak parah. Tujuannya agar lebih banyak orang berkunjung dan terinspirasi.(WIL/ANS)

Awas, Sperma Rusak karena Rokok

Senin, 31 Mei 2010 | 11:26 WIB

KOMPAS.com — Kasus ketidaksuburan pada pria lebih banyak ditemukan pada perokok. Salah satu penyebabnya diduga adalah karena rokok mengganggu kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. Demikian menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Buffalo, Amerika Serikat.

Dalam risetnya, peneliti membandingkan sperma dari 18 perokok dan bukan perokok. Dalam pemeriksaan di laboratorium diketahui bahwa sperma para perokok kurang bisa menempel pada sel telur, padahal ini merupakan langkah penting dalam pembuahan.

“Terjadi penurunan kemampuan sperma untuk membuahi, khususnya pada pria perokok berat,” kata peneliti Lani Burkman PhD. Pria perokok juga harus mewaspadai risiko kerusakan DNA pada sperma yang berpengaruh pada cacat janin. “Pria yang perokok sebaiknya memeriksakan spermanya pada dokter andrologi atau langsung berhenti merokok,” katanya.

Dalam penelitian tersebut, seluruh responden dalam kelompok perokok terbiasa merokok empat batang dalam sehari. Rata-rata mereka sudah menjadi perokok lebih dari 15 tahun.

“Seperti sel lainnya dalam tubuh, sperma manusia juga membawa reseptor dari nikotin, yang berarti mereka mengenali dan merespons pada nikotin,” kata Burkman.

Nikotin dari rokok juga bisa mengurangi jumlah sperma dan menurunkan aliran darah ke penis yang bisa menyebabkan impotensi. Pada studi sebelumnya di laboratorium, sperma yang terpapar nikotin mengalami berbagai jenis perubahan yang sangat memengaruhi fungsi reproduksi.

AN

Nikotin Hanya Butuh Waktu 7 Detik Berjalan dari Paru-paru ke Otak

 

Nikotin merupakan salah satu zat yang dilepaskan ketika seseorang merokok. Ternyata waktu yang dibutuhkan oleh nikotin untuk berjalan dari paru-paru ke otak hanya selama 7 detik saja.

Salah satu obat yang paling banyak disalahgunakan penggunaannya adalah nikotin, yaitu bisa berasal dari merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu nikotin juga termasuk salah satu zat yang paling adiktif dibandingkan dengan obat-obatan lain.

Seperti dikutip dari BBCNews, Rabu (8/12/2010) perjalanan nikotin dari paru-paru ke otak terbilang sangat cepat yaitu hanya 7 detik saja. Setelah sampai di otak nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter penting yang terlibat dalam suasana hati (mood), selera makan dan fungsi otak lainnya.

Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat.

Pengguna nikotin bisa dengan cepat menjadi ketergantungan, karena hanya dibutuhkan sedikit rokok untuk bisa membuat seseorang memiliki kecanduan. Jika seseorang tiba-tiba berhenti merokok, maka ia akan mengalami efek balikan (withdrawal effect) seperti cemas dan perubahan suasana hati.

Salah satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kecanduan nikotin biasanya dimulai sejak seseorang mencoba-coba atau bereksperimen dengan rokok selama setahun. Dalam banyak kasus kondisi ini terkadang sudah dimulai sejak seseorang masih bersekolah atau berusia 13-14 tahun.

Sebagai obat murni, nikotin hanya memiliki sedikit efek buruk bagi kesehatan fisik seseorang. Tapi zat-zat kimia lain yang terdapat di dalam rokok dan bergabung dengan nikotin inilah yang bisa menimbulkan banyak kerusakan bagi tubuh. Karena ketika sebuah rokok dibakar dan dihisap, maka ada ratusan senyawa kimia yang dihasilkan dan berisiko besar terhadap kesehatan.

Nikotin awalnya ditemukan oleh duta besar Prancis, Jean Nicot pada pertengahan abad XIV. Saat itu masyarakat mempercayai nikotin sebagai obat. Setengah abad kemudian baru diketahui bahaya dari nikotin bagi tubuh, namun hanya beberapa orang saja yang mampu berkata tidak terhadap nikotin.

Nikotin
Apa sih nikotin itu?

Nikotin adalah zat yang terkandung di dalam daun tembakau. Setiap kali seseorang menghirup bahan bahan yang mengandung nikotin maka zat ini akan masuk ke dalam tubuh dan bersemayan pada otak. Setiap satu batang rokok mengandung sedikitnya 10 miligram nikotin. Nikotin inilah yang akan membuat seseorang kecanduan merokok.

Meskipun yang terkandung di dalam satu batang rokok sekitar 10 miligram, namun yang benar benar terserap ke dalam tubuh adalah sebanyak 1 sampai 2 miligram saja, sisanya terbuang ke udara. Nikotin dalam jumlah besar sifatnya sangat fatal dan sering digunakan sebagai obat pembasmi hama pada pertanian.

Untuk apa saja nikotin digunakan?

Sampai saat ini rokok dan produk turunannya merupakan penyumbang nikotin terbesar yang dikonsumsi manusia.

Apa saja efek nikotin terhadap tubuh manusia?

Setiap menghisap rokok, nikotin akan masuk ke dalam paru paru dan selanjutnya diserap ke dalam aliran darah. Hanya dalam waktu 8 detik, nikotin ini akan sampai ke otak dan merubah kerja otak. Proses ini berlangsung cepat karena nikotin bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak.

Nikotin selanjutnya akan meningkatkan denyut jantung dan frekuensi pernafasan. Nikotin juga akan meningkatkan kadar gula darah. Hal ini menyebabkan seorang perokok akan merasa lebih segar setelah merokok.

Nikotin yang terdapat di dalam sel saraf otak juga akan merangsang pengeluaran dopamin. Zat ini merupakan zat yang dapat meningkatkan rasa puas, nyaman dan kesenangan. Pada orang normal, efek dopamin biasanya dicetuskan oleh makanan, rasa nyaman dan kasih sayang dengan orang yang dicintai. Itulah sebabnya mengapa perokok merasakan kenikmatan pada saat menghisap rokok.

Dalam 40 menit, setengah dari efek dopamin akan menghilang. Nah, di saat seperti inilah timbul keinginan untuk menghisap satu batang rokok lagi. Hal inilah mengapa seorang perokok akan terus merokok tanpa putus untuk mendapatkan konsentrasi dopamin yang mereka inginkan di dalam otak.

Nikotin akan menyebabkan ketergantungan yang mirip dengan ketergantungan akan obat obatan narkotika karena nikotin mampu merubah beberapa fungsi otak seperti yang dijelaskan diatas.

Selain nikotin, satu batang rokok mengandung setidaknya 4.000 zat kimia yang berbahaya. Diantara zat zat tersebut yang paling berbahaya adalah tar dan karbon monoksida. Tar dapat menyebabkan kanker paru, empisema dan penyakit saluran nafas lainnya. Karbon monoksida dapat menyebabkan masalah pada jantung.

Perokok juga akan merasakan gangguan pada penciuman dan pengecapan. Menurunkan stamina berolah raga, penuaan dini, dan perubahan warna gigi.

Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/nikotin-hanya-butuh-waktu-7-detik.html

Ini yang Bikin Perokok Badannya Kurus

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: thinkstok)

Jakarta, Tanpa disadari orang yang merokok umumnya memiliki berat badan lebih kurus dibanding yang non-perokok. Hal ini ternyata dipengaruhi kandungan nikotin di dalam rokok yang bisa mengganggu perilaku makan.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Yale University, Amerika Serikat telah menemukan penyebab orang yang merokok memiliki berat badan lebih kurus dan akan menjadi gemuk setelah ia berhenti merokok yaitu pengaruh dari nikotin.

Kondisi ini yang kadang membuat beberapa orang tidak mau berhenti merokok, karena akan membuat berat badannya meningkat jadi gemuk. Padahal mencegah obesitas dengan merokok hanya akan memberi efek yang sangat kecil, tapi akan memberikan banyak kerugian.

“Para perokok rata-rata memiliki berat badan yang 2,5 kg lebih ringan dibandingkan dengan non-perokok,” ujar ketua studi Profesor Marina Piccotto, seperti dikutip dari ABC.net.au, Jumat (10/6/2011).

Dalam studi ini peneliti memberikan nikotin pada tikus setiap harinya selama 30 hari dan menemukan bahwa tikus tersebut menjadi berkurang asupan makanannya sebesar 50 persen dan kehilangan lemak tubuh sebesar 15-20 persen lemak tubuh.

Pada studi sebelumnya telah ditunjukkan efek nikotin dalam otak yang bisa mengikat reseptor beta 2 yang memang bertanggung jawab terhadap keinginan yang kuat sehingga membuatnya menjadi ketagihan.

Namun Prof Piccotto secara signifikan menemukan pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 yang terdapat di sel-sel saraf pada wilayah otak hipotalamus yang dikenal berperan pada perilaku makan.

“Reseptor ini sebenarnya tidak diperuntukkan bagi nikotin, tapi untuk asetil kolin, yaitu suatu neurotransmitter yang terlibat dalam sejumlah proses termasuk untuk aktivasi otot,” ungkapnya.

Pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 tersebut yang bisa menekan nafsu makan seseorang sehingga membuat tubuh perokok lebih kurus dibanding non-perokok. Hal ini semakin menambah dampak negatif dari rokok terhadap kesehatan.
(ver/ir)

Sumber:  http://health.detik.com

 

Manfaat Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah hal yang tidak mudah dilakukan, terutama pada seseorang yang sudah sangat kecanduan nikotin. Tapi jika berhasil berhenti merokok, ada keuntungan yang didapat dalam hitungan jam.

Untuk mencapai hal tersebut memang dibutuhkan niat, tekad dan komitmen yang kuat serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Namun hasil yang didapatkan akan jauh lebih memuaskan dari perjuangan yang dilakukan.

Efek yang didapatkan dari berhenti merokok mencakup berbagai hal termasuk mental dan fisik. Berikut ini adalah efek yang bisa didapatkan jika seseorang berhenti merokok, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (3/6/2011) yaitu:

Dalam waktu 8 jam
Kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah akan sangat berkurang. Hal ini bisa menurunkan risiko serangan jantung dan kadar oksigen dalam darah akan meningkat ke jumlah normal.

Dalam waktu 24 jam
Risiko terkena serangan jantung semakin berkurang. Semua karbon monoksida dan nikotin akan keluar dari dalam tubuh. Serta ujung saraf mulai tumbuh kembali sehingga mengembalikan kemampuannya untuk meningkatkan sensor rasa dan bau.

Dalam waktu 48 jam
Ini adalah saat yang sulit karena efek samping akan muncul seperti sakit perut dan muntah. Tapi pada saat ini juga terjadi penurunan risiko kerusakan paru-paru dan menghentikan risiko kanker paru-paru.

Dalam waktu 72 jam
Tabung bronchial yang ada di tubuh mulai rileks sehingga membuat seseorang bisa bernapas lebih mudah lagi.

Dalam waktu 2 minggu
Fungsi paru-paru kembali meningkat hingga 30 persen sehingga memperbaiki sirkulasi darah dan membuat orang lebih mudah melakukan kegiatan. Meski kadang ditemukan gejala withdrawal seperti mudah tersinggung, sakit kepala dan kecemasan.

Dalam waktu 1-9 bulan
Penampilan fisik akan mulai membaik, seperti warna pucat kelabu di tubuh hilang, mengurangi kerut, mengurangi batuk, sesak napas, hidung tersumbat dan kelelahan. Selain itu rambut silia di paru-paru mulai berfungsi dengan baik dalam membersihkan lendir sehingga mengurangi risiko infeksi.

Dalam waktu 1 tahun
Risiko seseorang terkena penyakit jantung yang berhubungan dengan merokok akan berkurang sekitar 1,5 kali dibanding satu tahun lalu.

Dalam waktu 10 tahun
Risiko terkena serangan jantung dan kanker paru-paru akan berkurang hampir sama dengan orang yang tidak pernah merokok, serta mengurangi risiko kanker lainnya seperti mulut, tenggorokan, kandung kemih dan pankreas

Rokok baru tanpa asap dijual di Tokyo

Rokok baru tanpa asap dijual di Tokyo

Japan Tobacco, Inc, mulai menjual rokok jenis baru yang tidak melepaskan asap, tetapi reaksi dari perusahaan-perusahaan penerbangan besar Jepang dan Japan Railways pada penggunaan rokok baru untuk digunakan di transportasi publik bermacam-macam.

Seperti yang dikutip megindo.net dari mdn.mainichi.jp, rokok baru tersebut, yang dijual dengan nama “Zero Style Mint”, menggunakan berbagai selongsong, masing-masing berisi daun tembakau, yang diatur di dalam rokok dan dihisap. Satu pak dengan dua selongsong dijual seharga 300 yen. Saat ini, rokok tersebut hanya dijual di Tokyo, namun berdasarkan seberapa baik penjualannya, rokok tersebut mungkin akan tersedia di seluruh Jepang.

“Mereka terjual dengan baik. Beberapa orang telah membeli beberapa pak sekaligus, dan mereka tampak seperti akan kehabisan sebelum hari penjualan selesai. Sejak pertama kali diumumkan akan dijual, ada juga banyak pelanggan menanyakan tentang rokok tersebut”, kata salah seorang karyawan di sebuah toko rokok di Tokyo.

Meskipun rokok baru itu bisa digunakan di depan umum, telah menimbulkan pertanyaan lain.

Seorang juru bicara dari Japan Airlines mengatakan, “Kami tidak memiliki keluhan dengan pelanggan yang menggunakan rokok tanpa asap, termasuk pada penerbangan internasional.”

All Nippon Airways, telah mengambil sikap yang berlawanan. Juru bicara mereka mengatakan, “Rokok tidak berasap tidak dapat dihisap dalam penerbangan. Bahkan walaupun tanpa asap, benda itu masih rokok”.

Sikap dari East Japan Railway Co. dinyatakan sebagai, “Pada saat ini, kami tidak memiliki tujuan khusus yang melarang rokok tanpa asap”.

Central Japan Railway Co. sama-sama menyatakan penerimaan mereka terhadap rokok, dengan juru bicaranya yang mengatakan, “Kami tidak menganggapnya sebagai subjek kebijakan tidak-merokok kami. Namun, staf kami dapat turun tangan jika perlu untuk mencegah ketidaknyamanan penumpang lain”.

Juru bicara dari West Japan Railway Co., mengatakan bahwa mereka belum memutuskan kebijakan, dan ada kemungkinan bahwa mereka tidak akan mengizinkan penggunaan rokok di kereta api mereka.

Di antara pemerintah prefektur dan lokal, kecenderungan terhadap penerimaan rokok tanpa asap juga terlihat.

Di Chiyoda Ward, Tokyo, sebuah peraturan lokal melarang siapapun merokok di setiap jalan umum atau trotoar, tetapi seorang pejabat berkata, “Saat ini, rokok tanpa asap bukan merupakan subyek pada peraturan larangan merokok”.

Seorang lelaki yang membeli rokok tanpa asap di daerah itu merasa senang dengan rokok barunya, “Di masa lalu, saya harus membayar denda karena merokok di depan umum, tetapi dengan ini saya tidak perlu khawatir”.

Bahkan Prefektur Kanagawa, yang pada bulan April mulai menegakkan peraturan larangan merokok pertama di negara itu untuk fasilitas dalam ruangan seperti restoran, mengatakan bahwa rokok tanpa asap akan diizinkan. Sementara mereka yang merokok rokok biasa di berbagai kawasan bebas rokok akan didenda 2.000 Yen, orang yang menggunakan rokok tanpa asap akan ditinggalkan sendirian.

Namun, tujuan sebenarnya dari prefektur tersebut adalah pengurangan penggunaan tembakau. “Bahkan jika rokok itu tanpa asap, mereka masih buruk bagi kesehatan. Saya berharap bahwa orang-orang akan benar-benar berhenti merokok”, kata ketua kelompok kebijakan anti-merokok di prefektur tersebut. source : megindo.net

Sedot Rokok Elektronik bisa Picu Kematian

Alih-alih sebagai terapi atau pengganti rokok, e-cigs (electronic cigaretes) malah berbahaya bagi kesehatan, bahkan berujung kematian.

Rokok elektronik atau electronic nicotine delivery system (ENDS) dianggap sebagai alat penolong bagi mereka yang kecanduan rokok supaya berhenti merokok. Alat ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dari produk tembakau biasa. Label “HEALTH” pun terpasang jelas pada kemasannya.

Namun, Dr Danardi Sosrosumihardjo, SpKJ, Direktur Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, sejauh ini Kementerian Kesehatan dan BPOM belum bisa merekomendasikan ENDS sebagai pengganti rokok karena mengandung bahan kimia yang berpotensi toksik pada tubuh.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan WHO terhadap sejumlah sampel produk ENDS ditemukan bahan-bahan seperti nikotin, dietilen glikol, gliserin, dan nitrosamin.

“Selain itu, produk ini juga mengandung banyak senyawa karsinogen, meskipun dalam kadar yang lebih kecil dibanding rokok biasa,” ujarnya.

ENDS memang tidak membahayakan perokok pasif karena efek asap yang ditimbulkan hanya buatan dan merangsang sugesti perokok aktif. Namun, secara tidak sadar, ENDS sangat berisiko bagi perokok aktif bila dibandingkan dengan rokok tembakau.

Rokok tembakau bisa diketahui kandungan nikotin dan TAR-nya karena tercantum pada kemasan, sedangkan ENDS tidak ada keterangan apa pun tentang kandungan produk ini. Karena produknya yang refill atau isi ulang, perokok aktif tidak bisa mengetahui seberapa banyak nikotin yang masuk ke dalam paru-paru.

“Pemakaiannya tergantung orangnya, kalau orangnya tidak bisa mengendalikan diri, dia enggak akan peduli berapa kali harus isi ulang, lama-kelamaan dia bisa keracunan nikotin,” tuturnya.

Saat ini WHO sendiri masih menganggap apa pun produk yang mengandung nikotin berbahaya bagi kesehatan. Jika ENDS dianggap bisa menjadi terapi atau pengganti bagi pecandu rokok, rasanya masih banyak uji klinis yang harus dilakukan.

“Nantinya, bukan memperbaiki kesehatan, malah menurunkan kesehatan lagi,” sahut Danardi.

(Sumber: Harian Kompas)

Tuhan Sembilan Senti

Oleh:Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,

di pabrik pekerja merokok,

di kantor pegawai merokok,

di kabinet menteri merokok,

di reses parlemen anggota DPR merokok,

di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,

di perahu nelayan penjaring ikan merokok,

di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,

di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,

di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,

di kampus mahasiswa merokok,

di ruang kuliah dosen merokok,

di rapat POMG orang tua murid merokok,

di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,

di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,

di loket penjualan karcis orang merokok,

di kereta api penuh sesak orang festival merokok,

di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,

di andong Yogya kusirnya merokok,

sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,

di warung Tegal pengunjung merokok,

di restoran, di toko buku orang merokok,

di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,

bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur

ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,

di apotik yang antri obat merokok,

di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,

di ruang tunggu dokter pasien merokok,

dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,

di pinggir lapangan voli orang merokok,

menyandang raket badminton orang merokok,

pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,

panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola

mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,

di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,

di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.

Mereka ulama ahli hisap.

Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.

Bukan ahli hisab ilmu falak,

tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.

Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.

Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.

15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.

4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.

Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.

Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.

Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Menjadikan Kampus sebagai Kawasan Bebas Rokok

MENJADIKAN KAMPUS SEBAGAI KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK
(TOBACCO-FREE CAMPUS)
DI FKM UNDIP Semarang

Oleh: Ir. Suyatno, MKes
(Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKM UNDIP)

PENDAHULUAN

Udara yang sehat dan bersih hak bagi setiap orang, sehingga segala kegiatan yang dapat menyebabkan pencemaran udara perlu dicegah, termasuk yang bersumber dari asap rokok.

Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat baik selaku perokok aktif maupun perokok pasif. Upaya perlindungan terhadap bahaya rokok bagi kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Berkaitan dengan upaya tersebut, segenap civitas akedemika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) telah bersepakat untuk mencegah dampak penggunaan rokok baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan seluruh civitas akedemika melalui pencanangan FKM UNDIP sebagai kawasan kampus bebas asap rokok (free-tobacco campus). Sebagai landasan hukum dikeluarkan pada tanggal 10 Oktober 2008 dikeluarkan Surat Keputusan Dekan FKM UNDIP tentang Penetapan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok.

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan penetapan kawasan kampus bebas asap rokok, adalah :

a. menurunkan angka kesakitan dengan cara merubah perilaku masyarakat kampus untuk hidup sehat;

b. meningkatkan produktivitas kerja dan pencapaian prestasi belajar yang optimal;

c. mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih bebas dari bahaya asap rokok;

d. menurunkan angka perokok dan mencegah perokok baru;

e. mewujudkan generasi muda yang sehat.

Sasaran kawasan bebas asap rokok adalah ruang kantor/ruang kerja, tempat proses belajar mengajar, dan lingkungan di FKM UNDIP Semarang.

KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK

Kawasan bebas asap rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk merokok atau menjadikannya tidak terpapar asap rokok. Lokasi di FKM UNDIP yang ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok meliputi:

1. Tempat Kerja, adalah ruang tertutup atau terbuka yang bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atau tempat yang sering dimasuki tenaga kerja, termasuk: ruang kantor, pelayanan mahasiswa, ruang rapat, ruang sidang atau seminar, dan sejenisnya

2. Tempat proses belajar mengajar, adalah tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar atau pendidikan termasuk perpustakaan, ruang praktik atau laboratorium, ruang kelas/diskusi in door dan out door dan sejenisnya.

3. Tempat di dalam lingkungan kampus, meliputi: taman, halaman, teras, kantin, mushola, tempat parkir dan tempat-tempat lain yang dinyatakan bebas asap rokok.

PENANGGUNG JAWAB

Penanggung jawab kawasan bebas asap rokok di FKM UNDIP adalah:

a. Di tingkat Fakultas adalah Pimpinan Fakultas yang terdiri dari Dekan dan Pembantu Dekan

b. Di tingkat Bagian adalah Ketua/Kepala Bagian

c. Di tingkat Sub Bagian/Unit adalah Ketua Sub Bagian/Unit

TUGAS PIMPINAN/PENANGGUNG JAWAB

Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat sebagaimana dimaksud memiliki tugas dan kewajiban:

a. memberi contoh dan teladan terkait dengan upaya menjadikan lingkungan kampus yang bebas dari asap rokok.

b. melakukan pembinaan dan pengawasan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas udara di dalam lingkungan kampus yang sehat dan bersih bebas dari asap rokok.

c. menegur dan/atau memperingatkan dan/atau mengambil tindakan kepada mahasiswa/tamu atau pengguna apabila terbukti merokok di tempat kerja, tempat proses belajar mengajar dan di tempat lain dalam lingkungan kampus FKM UNDIP Semarang yang termasuk sebagai kawasan bebas asap rokok.

d. mengambil tindakan atas laporan yang disampaikan oleh pengguna tempat dan/atau mahasiswa/tamu terkait dengan pelanggaran merokok di tempat yang termasuk sebagai kawasan bebas asap rokok.

e. menyediakan tempat khusus untuk merokok sebagai kawasan merokok.

TEMPAT KHUSUS/KAWASAN MEROKOK

Fakultas telah menyediakan tempat khusus/kawasan merokok adalah ruangan atau area yang disediakan untuk merokok. Penyediaan tempat khusus ini dimaksudkan untuk memberikan hak merokok bagi perokok dan berfungsi untuk melokalisir asap rokok agar tidak mengganggu lingkungan fakultas.

Fakultas menyediakan Tempat khusus atau Kawasan merokok, dengan memperhatikan persyaratan sebagai berikut:

a. tempatnya terpisah secara fisik atau tidak bercampur dengan kawasan yang dinyatakan bebas dari asap rokok atau dilarang merokok;

b. dapat dilengkapi asbak atau tempat pembuangan puntung rokok.

c. dapat dilengkapi dengan data dan informasi bahaya merokok bagi kesehatan.

KEGIATAN ADVOKASI BERHENTI MEROKOK

Fakultas telah menyediakan tempat yang difungsikan untuk kegiatan advokasi Berhenti Merokok sebagai upaya untuk membantu ketergantungan merokok bagi masyarakat kampus dan di luar kampus FKM UNDIP Semarang, serta sebagai sarana pendidikan serta promosi tentang bahaya asap rokok atau merokok.

Operasional kegiatan Advokasi Berhenti Merokok melibatkan peran konselor yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, serta bekerja sama dengan instansi terkait, antara lain: Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) , Rumah Sakit, LSM, dan lain-lain

PERAN SERTA MASYARAKAT KAMPUS

Masyarakat kampus FKM UNDIP adalah orang perorangan dan/atau kelompok orang yang bekerja, belajar, tinggal dan beraktivitas di dalam lingkungan kampus FKM UNDIP Semarang

Peran serta masyarakat kampus dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok/unit, antara lain dalam bentuk:

a. mengingatkan atau memberikan teguran dan/atau melaporkan kepada pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat apabila menjumpai pelanggaran terhadap larangan merokok di kawasan yang dinyatakan bebas asap rokok.

b. Ikut serta memberikan bimbingan dan penyuluhan serta penyebarluasan data dan/atau informasi dampak rokok bagi kesehatan.

KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pimpinan dan/atau penanggung jawab bagian/sub bagian/unit berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota/staf untuk menciptakan kampus FKM UNDIP Semarang sebagai kawasan bebas asap rokok. Organisasi kemahasiswaan dapat turut melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota dan mahasiswa untuk menciptakan kampus FKM UNDIP Semarang sebagai kawasan bebas asap rokok. Pembinaan sebagaimana dimaksud berupa : bimbingan dan/atau penyuluhan, pemberian penghargaan, teguran dan lain-lain. Untuk membantu pengawasan, Fakultas dapat membentuk satuan tugas khusus melalui penetapan SK Dekan yang terdiri dari dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa dibawah koordinasi Pembantu Dekan III Adapun hasil pengawasan tersebut, untuk selanjutnya dilaporkan secara tertulis kepada Pimpinan Fakultas dan apabila terdapat atau diduga terjadi pelanggaran ketentuan dapat dikenai sanksi sebagaimana diatur.

SANKSI

Sanksi dapat dikenakan kepada pimpinan bagian/unit yang melakukan pembiaran dan juga kepada setiap orang yang terbukti merokok di tempat yang dinyatakan sebagai kawasan bebas asap rokok.

a. Pimpinan dan/atau Ketua/Kepala Bagian atau unit apabila terbukti membiarkan orang merokok di kawasan dilarang merokok, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa :

1) peringatan tertulis dari Pimpinan Fakultas;

2) denda sebesar Rp 50.000,- atau kelipatannya sesuai dengan frekuensi pembiaran

b. Setiap orang yang terbukti merokok di kawasan dilarang merokok, dapat dikenakan sanksi berupa denda:

Sebesar Rp 50.000,- untuk pelanggar pertama dan kelipatannya sesuai dengan frekuensi pelanggaran

c. Pembantu Dekan II bertanggung jawab untuk penjatuhan sanksi bagi dosen dan tenaga administrasi dan Pembantu Dekan III bertanggung jawab bagi penjatuhan sanksi bagi mahasiswa.
Denda yang terkumpul akan dipergunakan untuk kegiatan promosi kesehatan dan peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakat kampus FKM UNDIP Semarang

Dengan demikian, penetapan kampus FKM UNDIP sebagai kawasan bebas asap rokok, merupakan bentuk dari penghargaan terhadap hak asasi segenap warga kampus. Bagi warga perokok, mereka masih memiliki hak untuk tetap merokok yaitu ditempat yang telah disediakan fakultas, dan bagi mereka yang bukan perokok memilik hak untuk menghirup udaya bersih yang bebas dari asap rokok. Apa yang dilakukan oleh FKM UNDIP diharapkan dapat menjadi embrio dan sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi lain, terutama institusi pendidikan, untuk ikut menjadi bagian bagi gerakan Tobacco Free Control di Indonesia menuju tercapainya kesehatan dan kesejahteraan bersama yang lebih baik.

Klinik Berhenti Merokok

Klinik Berhenti Merokok FKM UNDIPMerokok adalah hak setiap orang,  demikian juga halnya dengan tidak merokok adalah sebuah pilihan yang harus dihargai. Demi menghargai hak-hak para perokok maka di setiap intitusi perlu adanya ruangan khusus dimana orang bebas untuk merokok (smoking room).  Demikian pula halnya, untuk melindungi hak asasi bagi orang-orang yang tidak merokok atau tidak ingin terkena paparan asap merokok, maka perlu suatu kawasan  tanpa rokok (no-smoking area).   Untuk itu FKM UNDIP sebagai institusi pendidikan yang memberi penghargaan terhadap hak-hak azasi manusia maka mulai tahun 2009  memberlakukan  kawasan tanpa rokok di area kampus  dan sekaligus menyediakan smoking room bagi civitas yang masih berkeinginan untuk tetap merokok.  Bagi warga kampus yang berkeinginan untuk berhenti merokok maka FKM UNDIP mendirikan sebuah Klinik yang difungsikan untuk Advokasi Berhenti Merokokdsc04177

Untuk mendukung operasional kegiatan klinik maka FKM UNDIP telah melakukan pelatihan konselor berhenti merokok pada bulan Oktober 2009. Dengan adanya sujumlah konselor yang terlatih tersebut dapat membantu bagi para perokok yang ingin berhenti merokok.
pelatihan-konselor-berhenti-merokok

Skip to toolbar